Alasan Ernest Prakasa Kerap Usung Tema Keluarga di Film, Punya Banyak Drama & Konflik

Jika dilihat lebih detail, Ernest seringkali menulis film dengan tema keluarga. Seperti Cek Toko Sebelah, Milly & Mamet, dan yang terbaru Teka-Teki Tika.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Alasan Ernest Prakasa Kerap Usung Tema Keluarga di Film, Punya Banyak Drama & Konflik
Ernest Prakasa. ©2021 Merdeka.com/ Instagram @ernestprakasa

Karier Ernest Prakasa sebagai seorang penulis naskah dan sutradara film dimulai pada tahun 2015. Pada saat itu, ia memproduksi film Ngenest yang diadaptasi dari novel karangannya sendiri.

Setelah itu Ernest cukup rajin menulis skenario dan menyutradarai filmnya sendiri. Bahkan tak jarang ia juga menjadi seorang produser.

Jika dilihat lebih detail, Ernest seringkali menulis film dengan tema keluarga. Seperti Cek Toko Sebelah, Milly & Mamet, dan yang terbaru Teka-Teki Tika.

Sebut Keluarga itu Unit Menarik

Ernest mengungkapkan alasan ia seringkali mengangkat tema keluarga dalam naskah film. Hal itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal Youtube AH Podcast.

Menurut komika stand-up ini keluarga adalah kelompok manusia yang dinamis. Setiap keluarga di satu atau atap rumah yang berbeda tentu memiliki sekelumit kisah yang menarik.

"Gue ngerasanya keluarga itu unit yang sangat menarik sih," ungkap Ernest.

"Setiap orang pasti punya keluarga tapi ceritanya beda-beda," tambahnya.

Inspirasi Terus Mengalir

Bahkan menurutnya satu kisah yang ada di dalam keluarga itu bisa dilihat dari berbagai macam sudut pandang. Dengan begitu ia tak pernah kehabisan ide untuk menulis cerita.

"Makanya nggak pernah habis inspirasi untuk membahas tentang keluarga," kata Ernest.

"Ide cerita itu ada terus," imbuhnya.

Drama dan konflik dalam kisah keluarga itu bisa menguatkan repertoar sebuah film. Berbagai peran di keluarga juga mempunyai kesinambungan antara satu dengan yang lainnya.

"Apa lagi drama dan konfliknya macem-macem di dalam keluarga itu," ucapnya.

"Cerita saudara, terus nanti ada yang single parent. Gitu muter-muterinnya itu terus," pungkasnya.

Rekomendasi