Kanker darah atau leukimia merupakan salah satu kanker yang menyerang jaringan pembentuk sel-sel darah. Seseorang yang menderita kanker biasanya akan merasakan rasa sakit kepala hebat dan muncul pembengkakan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat kelenjar getah bening. Penyakit ini jika tidak segera diatasi maka dapat membahayakan tubuh, karena akan meningkatkan infeksi, anemia, sampai pendarahan.
Melansir dari Mayo Clinic, kanker darah terjadi ketika sel darah mengalami perubahan dan menjadi kanker. Berbeda dengan sel darah normal, sel darah yang terkena kanker kehilangan fungsinya untuk membekukan darah dan melawan infeksi.
Kondisi tidak normal tersebut bisa menyebabkan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Sehingga, dapat memicu terjadinya penumpukan dalam sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah yang sehat.
Kanker darah bisa dialami oleh siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Lantas, apa saja penyebab kanker darah pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang dilansir dari laman Mayo Clinic:
Advertisement
Gejala Kanker Darah pada Anak
Penyakit kanker darah sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala yang pasti. Umumnya, gejala baru muncul saat sel kanker sudah semakin banyak dan aktif menyerang tubuh. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang kerap dirasakan penderita, di antaranya sebagai berikut:
1. Wajah pucat
2. Perut terasa nyeri dan tidak nyaman akibat pembengkakan hati
3. Kesulitan bernapas
4. Kehilangan nafsu makan dan berat badan
5. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan
6. Muntah-muntah
7. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan
8. Nyeri tulang dan sendi.
Advertisement
Penyebab Kanker Darah pada Anak
Penyebab kanker darah pada anak tidak diketahui secara pasti, namun secara umum penyakit kanker darah disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh. Adapun penyebab kanker darah pada anak lainnya di antaranya sebagai berikut:
Radiasi
Radiasi memainkan peran penting dalam menumbuhkan sel kanker. Ibu hamil yang sering terkena radiasi berisiko tinggi janinnya mengidap kanker. Selain itu anak yang mendapat terapi radiasi untuk pengobatan penyakit tertentu juga meningkatkan risiko tumbuhnya tumor.
Faktor Keturunan
Jika Anda pernah memiliki riwayat kanker, maka risiko kanker yang diturunkan pada anak cukup besar dibanding orang yang tidak punya riwayat kanker sebelumnya.
Paparan Bahan Kimia
Banyak jenis bahan kimia yang dikenal bersifat karsinogen. Paparan kimia sejak mengandung juga bisa menyebabkan kanker pada anak. Maka dari itu, jauhkan paparan bahan kimia dari jangkauan anak-anak.
Faktor Lingkungan
Asap rokok, polusi, lingkungan yang tidak bersih bisa mendorong terjadinya kanker. Lalu mengonsumsi makanan dengan pengawet, pewarna dan pemanis buatan bisa merupakan faktor risiko penyebab kanker.
Jaga kesehatan dan perhatikan apa yang Anda konsumsi sejak masa kehamilan agar tidak berdampak negatif pada janin Anda.
Advertisement
Cara Mencegah Kanker Darah pada AnakSecara Alami
Kanker darah merupakan salah satu penyakit berbahaya yang harus dicegah sejak dini. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mencegah leukimia, salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayur dan buah. Adapun beberapa cara mencegah leukimia secara alami ialah sebagai berikut:
Brokoli
Brokoli menjadi salah satu jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. Selain memiliki cita rasa segar, brokoli juga mengandung segudang manfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin C, float, serta glukosinolat pada brokoli dipercaya dapat membantu mencegah berbagai macam penyakit, salah satunya leukimia.
Di samping itu, Kandungan serat, antioksidan, hingga kalium dapat berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Brokoli merupakan sumber Antioksidan yang berfungsi mencegah datangnya berbagai macam radikal bebas yang membahayakan tubuh.
Tomat
Salah satu sayur yang bisa mencegah leukimia adalah buah tomat. Kandungan vitamin C pada tomat berfungsi efektif dalam melawan bakteri yang menyebabkan penyakit leukimia.
Mengonsumsi tomat secara rutin dan teratur sangat dianjurkan, sebab buah tomat juga memiliki sifat Antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem imunitas tubuh.