Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Dini, SD di Demak Ciptakan Taman Edukasi Unik

Di SD Negeri Ngelowetan, Kabupaten Demak, ada sebuah ruang terbuka hijau yang sekilas mirip ecogreen park. Di sana terdapat beragam jenis tanaman buah, sayur, dan bunga yang digunakan sebagai taman edukasi dan bermain anak.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Dini, SD di Demak Ciptakan Taman Edukasi Unik
Taman edukasi pada SD di Demak. ©jatengprov.go.id

Ada banyak cara dalam mengajarkan tentang peduli lingkungan pada anak. Selain melalui pengajaran di dalam kelas, metode itu juga bisa diwujudkan dalam bentuk fisik, sebagai contoh penyediaan ruang terbuka hijau.

Di SD Negeri Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, ada sebuah ruang terbuka hijau yang sekilas mirip ecogreen park. Di sana terdapat beragam jenis tanaman buah, sayur, dan bunga yang digunakan sebagai taman edukasi dan bermain anak.

Selain itu, SD tersebut juga memiliki green house yang berisi tanaman sayuran seperti daun bawang, seledri, jahe, dan lainnya yang tumbuh di pot plastik. Lantas bagaimana dampak keberadaan taman edukasi itu bagi para siswa?

Kepala SD Negeri Ngelowetan, Hartono, mengatakan bahwa melalui taman edukasi itu, pihaknya tengah melakukan pengembangan sekolah mulai dari penataan ruangan yang nyaman untuk belajar, kebersihan lingkungan, peningkatan kualitas belajar mengajar, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami menggiatkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS) yang merupakan sebuah aksi yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran diri dan sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan,” terang Hartono dikutip dari Jatengprov.go.id pada Selasa (25/1).

Hartono mengatakan, selain gaya hidup sehat yang dipentingkan dalam pelaksanaan PBLHS adalah kepedulian lingkungan dan pemanfaatan lahan yang digunakan untuk menanam aneka tanaman.

Untuk itu, pihaknya memanfaatkan lahan kosong dan dibuat taman hijau dengan aneka tanaman bunga, buah, sayur, serta tanaman obat.

“Selain itu juga untuk mendukung kepedulian lingkungan, membudayakan hidup bersih dengan penyediaan tempat sampah di tiap sudut sekolah,” ujar Hartono.

Sementara itu siswi SD Negeri Ngelowetan, Parisya Lituhayu Javas mengaku senang dan nyaman dengan tersedianya taman baca dan green house.

Dia pun merasa penerapan hidup sehat dan budaya bersih lingkungan di sekolahnya sangat bermanfaat dan memberi dampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.

“Kita semua menjadi lebih semangat dalam belajar. Saat istirahat pun, kita bisa bermain di tempat yang teduh dan nyaman,” kata Parisya.

Rekomendasi