Harga Kebutuhan Pokok di Jateng Naik Jelang Tahun Baru, Para Pedagang Merugi

Masyarakat dihadapkan pada kabar harga sejumlah kebutuhan pokok justru melambung naik. Naiknya harga ini terjadi pada beberapa komoditas, seperti yang terjadi di pasar-pasar di Jawa Tengah. Selain cabai, ada komoditas pokok lain yang harganya naik.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Harga Kebutuhan Pokok di Jateng Naik Jelang Tahun Baru, Para Pedagang Merugi
Harga kebutuhan pokok di Jateng naik. ©YouTube/Liputan6 SCTV

Pergantian tahun baru 2022 semakin dekat. Masyarakat dihadapkan pada kabar harga sejumlah kebutuhan pokok justru melambung naik. Naiknya harga ini terjadi pada beberapa komoditas, seperti yang terjadi di pasar-pasar di Jawa Tengah. Selain cabai, ada komoditas pokok lain yang harganya naik.

Bukannya membawa keuntungan, naiknya harga ini justru membawa kerugian bagi para pedagang. Para pembeli hanya bersedia membeli barang dengan jumlah yang sedikit.

Tak hanya itu, tak sedikit pembeli yang melampiaskan kemarahan pada pedagang atas harga kebutuhan pokok yang naik itu. Di sisi lain, pedagang juga mengalami kerugian.

Harga Telur Ayam Naik Hampir Dua Kali Lipat

Kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi di banyak daerah per hari ini, Selasa (28/12). Di Pasar Sunggingan Baru, Boyolali, Jawa Tengah, harga telur naik hampir dua kali lipat dari Rp18 ribu menjadi Rp31 ribu. Kenaikan harga telur ini dikeluhkan pembeli dan pedagang karena sejauh ini harga telur belum pernah naik hingga mencapai Rp30 ribu.

Para pedagang mengaku kenaikan harga itu disebabkan karena mulai diperbolehkannya pesta hajatan di kalangan masyarakat.

Untuk menyesuaikan kenaikan harga ini, para pembeli terpaksa membeli telur dengan jumlah yang sedikit. Kalau biasanya membeli 1-2 kg telur, kini mereka hanya berani membeli setengah kilo atau seperempat kilogram saja.

Kondisi Harga Kebutuhan Pokok di Semarang

Kenaikan harga itu tak hanya terjadi di Boyolali. Di Pasar Peterongan Semarang, Jawa Tengah, harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Harga telur mengalami kenaikan dari Rp20 ribu jadi Rp33 ribu, cabai rawit merah dari Rp60 ribu jadi Rp100 ribu, daging ayam potong dari Rp28 ribu jadi Rp33 ribu, serta minyak goreng kemasan dari Rp12 ribu jadi Rp20 ribu.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok itu membuat para pedagang merugi. Kenaikan ini juga disebabkan para pembeli mengurangi jumlah pembeliannya.

“Harga kebutuhan pokok nggak pernah naik setinggi ini. Bahkan kemarin lebaran saja harganya naik tidak setinggi ini,” kata Sri, salah satu pedagang, dikutip dari Youtube Liputan6.com.

“Pembeli ya marah-marah,’lombok ko mahalnya kayak setan’. Memang namanya ‘lombok setan’,” kata Wahyu, salah seorang pedagang di Pasar Peterongan.

Rekomendasi