Bacaan doa sholat dhuha latin penting untuk diketahui umat muslim. Pasalnya, sholat dhuha merupakanibadah sunah setelah sholat wajib 5 waktu.Banyak manfaat dan keutamaan yang bisa didapatkan selepas menjalankan sholat dhuha.
Hadits riwayat Muslim menjelaskan, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, "Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat."
Melihat manfaatnya yang luar biasa, setiap muslim setidaknya tahu akan tata cara dan bagaimana doa sholat dhuha diucapkan. Doa sholat dhuha biasa dilafalkan setelah serangkaian rukun sholat dijalankan. Bacaan doa sholat dhuha latin akan lebih mudah dipahamibagi mereka yang tidak begitu paham penulisan Arab.
Terlebih lagi dapat segera diamalkan tanpa mengurangi keutamaan dalam beribadah sholat dhuha. Untuk itu, berikut Merdeka.com merangkum bacaan doa sholat dhuha latin beserta artinya melansir dari Dream.co.id, Kamis (23/09/2021).
Advertisement
©2020 Merdeka.com
Sholat dhuha dikerjakan dengan dua rakaat dengan satu salam. Pelaksanaannya sama dengan sholat sunnah lainnya. Bedanya hanya pada niat, waktu dan bacaan sholat dhuha yang harus dilafalkan. Pelaksanaan sholat dhuha dikerjakan minimal 2 rakaat, tanpa ada batasan maksimal jumlah rakaatnya. Mengerjakannya juga harus melihat waktu sholat dhuha mulai hingga usai.
Rasulullah SAW sendiri terkadang mendirikan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat. Tetapi, beliau pernah melaksanakan shalat dhuha hingga 8 rakaat.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut: Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam." (HR. Abu Dawud).
Sebelum membaca doa sholat dhuha, ada baiknya mengingat tata cara dari awal pelaksanaan sholat dhuha. Tata cara atau rukun sholat dhuha 2 rekaat ialah sebagai berikut:
1. Niat sholat dhuha
2. Takbirotul Ihram
3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
4. Membaca Surah Al-Fatihah
5. Membaca Surah Ad-Dhuha
6. Ruku’ dengan tuma’ninah
7. I’tidal dengan tuma’ninah
8. Sujud dengan tuma’ninah
9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
12. Membaca Surah Al-Fatihah
13. Membaca Surah As-Syams
14. Ruku’ dengan tuma’ninah
15. I’tidal dengan tuma’ninah
16. Sujud dengan tuma’ninah
17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
20. Salam
21. Membaca doa sholat dhuha
Advertisement
©Shutterstock
Selepas salam, alangkah baiknya untuk tidak terburu-buru beranjak meninggalkan tempat sholat dhuha. Sempatkanlan untuk membaca doa sholat dhuha agar menambah keutamaan sholat dhuha. Berikut bacaan doa sholat dhuha latin beserta artinya:
Allahumma Innadhdhuha-A Dhuha-Uka, Walbahaa-Abahaa-Uka, Wal Jamaala Jamaaluka, Wal Quwwata Quwaatuka, Wal Qudrota Qudrotuka, Wal ‘Ishmata Ishmatuka.
Allahuma Inkaana Rizqii Fissamma-I Fa Anzilhu, Wa Inkaana Fil Ardhi Fa-Akhrijhu, Wa Inkaana Mu’siron Fayassirhu, Wainkaana Harooman Fa Thohhirhu, Wa Inkaana Ba’idan Fa Qoribhu, Bihaqqiduhaa-Ika Wa Bahaaika, Wa Jamaalika Wa Quwwatika Wa Qudrotika, Aatini Maa Ataita ‘Ibaadakash Shoolihiin.
Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.
Doa ini dicantumkan oleh Asy-Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad-Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin. Meski bukan berasal dari Rasulullah, bacaan doa sholat dhuha latin ini dan doa lainnya dapat diutarakan sebagai hajat dengan maksud yang baik.
Advertisement
©2020 Merdeka.com
Meski menghafalkan bacaan doa sholat dhuha latin, tidak sedikitpun akan mengurangi keutamaannya. Mengingat, makna doa yang diucapkan harus mencerminkan apa yang diharapkan dalam lantunan doa. Inilah keutamaan sholat dhuha yang harus diketahui.
1. Ibadah Sunnah Anjuran Rasulullah
“Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata, " Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721).
2. Sebagai Pengganti Sedekah
Keutamaan sholat dhuha pertama yaitu sebagai pengganti sedekah. Hal ini tertuang dalam hadis dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim).
3. Mendapat Pahala Haji dan Umrah
Seseorang yang mengerjakan sholat dhuha akan mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umroh. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi).
4. Diampuni Dosanya
Salah satu hadis Rasulullah berbunyi yang artinya,
"Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR. Tirmidzi).
5. Dicukupkan Urusan di Akhir Siang
Keutamaan lain dari sholat dhuha dijelaskan dalam hadis dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,
“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, Ad Darimi).
6. Dibuatkan Istana di Surga
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu hadis pernah bersabda,
"Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Advertisement
stock.adobe.com
Sholat dhuha dapat segera dilaksanakan pada 20 menit setelah matahari terbit. Hal ini sebagaimana keterangan dari hadis yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim).
Berapapun jumlah rakaatnya, namun harus memperhatikan akhir dari waktu sholat dhuha. Yakni ada pada 15 menit sebelum masuk waktu sholat zhuhur. Sedangkan waktu terbaik untuk mengerjakan sholat dhuha ada di waktu akhir atau seperempat siang. Tentu saja dengan memperhatikan kapan dapat mengucapkan bacaan doa sholat dhuha latin sesuai yang telah dipelajari sebelumnya.
Dimana keadaan cuaca yang semakin panas. Hal itu lagi-lagi sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam. Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan sholat dhuha (di awal pagi). Dia berkata,
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim).