Masih Ditutup, Begini Aksi Joki Tunjukkan Jalan Tikus Menuju Pantai di Gunungkidul

Masa PPKM yang terus diperpanjang rupanya sudah tak mampu membendung keinginan masyarakat untuk berwisata. Di Gunungkidul, muncul para joki yang memberi tahu wisatawan jalan menuju pantai tanpa harus melewati pos penjagaan PPKM.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Masih Ditutup, Begini Aksi Joki Tunjukkan Jalan Tikus Menuju Pantai di Gunungkidul
Pantai Kukup. ©2016 Merdeka.com/isn

Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang masih berlaku di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat sejumlah tempat wisata masih ditutup, tak terkecuali deretan pantai yang membentang di Kabupaten Gunungkidul.

Walau begitu, masyarakat sudah tidak sabar untuk bisa berwisata lagi. Mereka tetap ngotot mengunjungi obyek wisata pantai dengan harapan bisa sampai di sana. Peluang ini tak disia-siakan warga setempat untuk menjadi joki.

Dengan berbekal medan yang mereka kuasai, para joki memberi tahu pada wisatawan jalan tikus agar bisa sampai di pantai Gunungkidul tanpa harus melewati pos penjagaan PPKM.

Aksi Joki Tunjukkan Jalan Tikus pada Wisatawan

Seorang warga Gunungkidul yang tak mau disebutkan namanya mengatakan banyak wisatawan yang melewati jalan tikus demi sampai di pantai. Mereka biasanya menyewa joki wisata yang merupakan warga sekitar pantai. Bahkan, para joki itu menghampiri wisatawan di suatu tempat atau menunggu bila ada wisatawan yang bertanya lokasi.

Warga itu mengatakan, banyak jalan yang bisa dilalui menuju pantai. Seperti jalan pertanian yang biasa digunakan para petani. Jalur pertanian itulah yang biasanya digunakan wisatawan untuk menuju pantai selama pintu gerbang ditutup.

“Biasanya jalan itu untuk petani mencari rumput maupun ke ladang. Tapi akhir-akhir ini ramai lalu lintasnya,” kata warga.

Tetangga Sendiri

Mengenai fenomena joki yang muncul di tempat wisata, Petugas SAR di bawah naungan Satpol PP menghadapi dilema karena para joki yang harus mereka hadapi kebanyakan merupakan tetangga sendiri. Bahkan tak sedikit pula dari mereka yang masih saudara.

Salah satu petugas SAR di sana yang juga tidak mau disebutkan namanya mengatakan, merebaknya joki wisata di kawasan pantai Gunungkidul merupakan dampak dari penerapan PPKM yang terus diperpanjang. Apalagi, banyaknya warga yang menggantungkan hidup di sektor pariwisata membuat mereka mengambil inisiatif sendiri agar dapat memperoleh pendapatan.

“Sangat dilema. Bahkan kami hanya menegur dan tidak mengambil tindakan tegas. Ini sudah dua bulan tidak ada pendapatan, akhirnya mereka ambil inisiatif sendiri,” ungkap salah seorang petugas SAR di sana.

Hal yang Wajar

Sementara itu Bowo Pambudi, salah seorang pengelola villa di kawasan Pantai Sundak Gunungkidul mengatakan bahwa fenomena joki itu merupakan hal yang wajar. Apalagi sampai menjelang batas akhir penerapan PPKM hingga 5 September, belum ada sosialisasi mengenai pembukaan kembali kawasan wisata.

Bowo sendiri tidak memungkiri bahwa datangnya kembali wisatawan ke kawasan wisata itu membuat lalu lintas ekonomi di villa-nya mulai berjalan. Namun ia tetap menyosialisasikan pada wisatawan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

“Bulan-bulan awal kami sangat mendukung penerapan PPKM. Tapi ketika diperpanjang terus mau bagaimana lagi cari pendapatan buat angsuran,” ujar Bowo dikutip dari Liputan6.com.

Rekomendasi