Beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah masuk ke dalam zona merah penularan Virus Corona. Di antaranya adalah Kabupaten Demak dan Kudus. Hal ini membuat wilayah di sekitarnya menjadi was-was. Salah satunya adalah wilayah Kabupaten Grobogan.
Demi menanggulangi penyebaran COVID-19, Pada Minggu (13/6), wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kudus itu memberlakukan "lockdown" dengan kebijakan satu hari di rumah saja.
Tak hanya itu, tim satgas COVID-19 Grobogan juga melakukan penyekatan di sejumlah perbatasan Kabupaten Grobogan dengan kabupaten yang statusnya zona merah.
“Penyekatan kami lakukan di batas Grobogan dengan Kabupaten Demak. Penyekatan juga dilakukan di Klambu, yaitu perbatasan Grobogan dengan Kabupaten Kudus. Saat penyekatan, tim juga melakukan swab antigen dan pembagian masker,” kata Bupati Grobogan, Sri Sumarni, dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (13/6).
Berikut selengkapnya:
Advertisement
Bak Kota Mati
Saat diberlakukan kebijakan “satu hari di rumah saja”, Kota Purwodadi yang menjadi ibu kota Kabupaten Grobogan menjadi sepi bak kota mati. Hampir semua rumah, warung makan, dan pertokoan tutup.
Dilansir dari Liputan6.com, penerapan kebijakan “satu hari di rumah saja” dilakukan oleh banyak lapisan warga di Purwodadi, tak terkecuali pengelola minimarket. Walaupun tetap buka, mereka hanya membuka satu pintu kecil saja untuk menuju ke dalam sehingga tidak banyak orang yang berbelanja.
Advertisement
Penyekatan di Berbagai Tempat
Sementara itu, Tim Satgas COVID-19 juga melakukan penyekatan di sejumlah perbatasan Kabupaten Grobogan dengan kabupaten yang status wilayahnya zona merah. Dari penyekatan di batas Grobogan dengan Demak misalnya, petugas menemukan ada pengendara kendaraan yang reaktif. Hal serupa juga terjadi pada penyekatan antara Grobogan dengan Pati. Ada pengendara yang terdeteksi positif COVID-19 setelah dilakukan tes.
“Yang positif tapi orang Demak. Di batas Kudus reaktif satu lalu kami langsung koordinasi dengan BPBD Pati untuk dilakukan isolasi,” kata Sri Sumarni.
Advertisement
Respons Pengendara
Penyekatan disertai dengan pemeriksaan swab secara acak mendapat respons positif dari warga luar kota yang melintas. Arif, pengendara yang hendak masuk Kudus, pada awalnya merasa was-was saat petugas akan melakukan swab antigen. Namun setelah dinyatakan negatif, dia merasa lega dan mengambil hasil tes untuk dibawa ke Kudus.
“Saya terakhir kali di-swab Desember 2020. Sekarang mau ke Kudus. Kerja,” kata Arif dikutip dari Liputan6.com.