Hannah Al Rashiddikenal cukup sering mengajak publik untuk berani bicara soal maraknya kasus kekerasan dalam sebuah hubungan asmara. Menurutnya topik tersebut masih tergolong tabu di kalangan masyarakat Indonesia sehingga menghalangi proses pencarian solusi.
Apalagi kasus kekerasan terhadap perempuan selalu meninggalkan trauma yang mendalam. Hannah sendiri ternyata pernah merasakan kekerasan verbal yang didapatkannya dari mantan kekasihnya dulu.
Baru-baru ini, Hannah menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pengalaman tak menyenangkan tersebut. Ia juga membagikan bagaimana ciri-ciri hubungan yang tak sehat. Berikut selengkapnya.
Advertisement
Bukan Sayang
Hal itu diungkapkan oleh Hannah dalam unggahan di akun Twitter pribadinya pada Sabtu (13/2). Dalam utas tersebut, Hannah bercerita mengenai hubungan asmara yang tak sehat.
Artis kelahiran London ini juga mengingatkan kepada warganet jika orang yang berbuat kekerasan dalam bentuk apapun terhadap pasangannya, bukanlah pasangan yang sayang terhadap hubungan tersebut.
"Trigger Warning! Segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangan #BukanSayangNamanya," jelasnya.
Advertisement
Berbagi Pengalaman
Dalam utas tersebut, Hannah juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan beberapa perempuan yang berani menyuarakan tentang kekerasan yang dialaminya. Karena hal itu, mendorong Hannah untuk berbagi pengalamannya dari hubungannya yang tidak sehat di masa lalu.
"Cerita2 di video ini mungkin bisa menggambarkan what it feels like to be in toxic relationship. Melihat keberanian dari perempuan2 ini, I think I should share my own story.. A THREAD..," tambahnya.
Advertisement
Tak Paham
Lebih lanjut, Hannah menceritakan bahwa pada saat itu ia masih belum mengerti mengenai hubungan yang tak sehat. Sekarang, ia mencoba menilik ke belakang dan mengidentifikasi ciri-ciri hubungan tak sehat tersebut.
Menurutnya, ada beberapa tanda hubungan yang tak sehat, mulai dari pasangan yang mulai mengatur cara berpakaian, selalu memaksa melihat percakapan di handphone, hingga menolak putus dan mengancam bunuh diri.
Advertisement
Sakit Hati
Hannah menjelaskan pada saat itu Ia menerima kekerasan verbal dari mantan kekasih dengan alasan tak jelas. Karena itu juga, Hannah merasa sakit hati dan merasa bingung kenapa ia diperlakukan seperti itu.
"Gw dikatain bodoh, and various super horrendous words usually aimed at women that I don’t wanna write here. It hurt me to hear them, but mostly I was confused why I was being treated like this," jelasnya.