20 Kata-kata Bijak Arswendo Atmowiloto, Inspiratif dan Menyentuh Hati

Arswendo Atmowiloto adalah salah seorang penulis dan wartawan yang terkenal di Indonesia. Selama hidupnya, pria asal Surakarta ini aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti HAI dan Monitor.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
20 Kata-kata Bijak Arswendo Atmowiloto, Inspiratif dan Menyentuh Hati
Arswendo Atmowiloto. ©2012 Merdeka.com

Arswendo Atmowiloto adalah salah seorang penulis dan wartawan yang terkenal di Indonesia. Selama hidupnya, pria asal Surakarta ini aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti HAI dan Monitor. Tak hanya itu, Arswendo juga dikenal telah melahirkan beragam karya tulis berupa naskah drama, skenario film, novel, dan cerpen.

Pria kelahiran 26 November 1948 ini, dikenal sangat kritis dalam menyampaikan kritik dan saran terhadap pemerintah. Bahkan, ia pernah melempar kritik terhadap TVRI di Taman Ismail Marzuki pada 1982 lewat ceramahnya, Menjadi Penonton Televisi yang Baik. Hal inilah yang menjadikan Arswendo Atmowiloto selalu menginspirasi banyak orang, terutama di kalangan seniman.

Budayawan yang juga mantan wartawan senior ini meninggal dunia pada 19 Juli 2019. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Arswendo tengah berjuang melawan kanker prostat stadium 2 yang menggerogoti tubuhnya.

Meski telah tiada, namun karya-karyanya ini akan terus dikenang oleh masyarakat Indonesia. Melalui karya-karyanya, Arswendo kerap memberikan kata-kata bijak yang inspiratif. Berikut kata-kata bijak Arswendo Atmowiloto:

Kata-kata Bijak Arswendo Atmowiloto tentang Kehidupan

Dilansir dari laman Jago Kata, berikut beberapa kata-kata bijak Arswendo terkait kehidupan yang bisa menjadi perenungan:

1. Tidak semua yang ada di dalam penjara itu napi. Dan tidak semua napi berada di dalam penjara.

2. Kepasrahan dan penyerahan secara ikhlas adalah sesuatu yang wajar. Bukan kalah. Bukan mengalah.

3. Saya tidak merasa turun pamor atau naik gengsi dengan menjadi wartawan, penulis teks iklan atau presiden, atau sekadar peneliti komik atau acara televisi. Saya tidak merasa bergoyang dari sikap kepengarangan saya, selama saya masih bisa jujur, kreatif, dan terbuka.

4. Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya menulis.

5. Bukankah ini indah? Melihat keindahan orang yang kita cintai-pernah sangat dan masih teringat, berbahagia?

6. Manusia hidup menunggu untuk mati.

7. Kalau aku mati, aku tidak minta untuk dikremasi. Atau dibuang ke laut, atau dikubur biasa. Terserah. Mati bukan urusanku lagi.

Kata-kata Bijak Arswendo Atmowiloto yang Menyentuh Hati

8. Ia tahu apa yang menjadi haknya, lewat jalan apa pun akhirnya akan jatuh ke tangannya pula. Sebaliknya apa yang belum menjadi miliknya, diberikan di depan mulut pun akan jatuh ke tanah. Gusti Allah sudah mengatur semuanya.

9. Kehidupan justru terasakan dalam menunggu. Makin bisa menikmati cara menunggu, makin tenang dalam hati.

10. Dari satu kerusakan, bisa dilahirkan perbaikan, meskipun juga melalui perusakan.

11. Kekuasaan menjadi kuat ketika disangga, ditopang banyak kekuasaan. Bukan disatukan.

12. Kalaupun berbuat jahat, lebih baik bertobat meskipun tidak menyesal, daripada menyesal tapi tidak bertobat.

13. Kekuasaan menjadi tidak baik ketika dia dimenangkan kepada kekuatan lain yang ada.

Kata-kata Bijak Arswendo Atmowiloto yang Penuh Makna Mendalam

14. Ia merasa bahwa pengabdian dirinya adalah bagian yang pokok dari mengutarakan rasa bersyukur.

15. Semangat kejujuran ada dalam hati, dalam batin, dalam sukma yang mengatasi ikatan-ikatan yang membatasi diri kita.

16. Kalau aku mati, aku tak bisa minta dikremasi. Atau dibuang ke laut atau dikubur biasa. Terserah, mati bukan milikku lagi.

17. Wujud cinta adalah air mata.

18. Ia merasa bahwa pengabdian dirinya adalah bagian yang pokok dari mengutarakan rasa bersyukur.

19. Istilah korupsi, suap, pembobolan, mark up, catut, artinya sama. Tidak jujur. Artinya sama, tidak menuju ke keadilan sosial. Artinya, merampas nyawa kehidupan lain.

20. Sebagaimana kematian adalah bagian dari kehidupan, demikian juga patah hati atau sakit hati adalah bagian yang sama dengan jatuh cinta. Kalau kamu pernah mengalami sakit hati, cintamu akan menjadi sempurna.

Rekomendasi