Maag merupakan salah satu jenis penyakit yang paling umum dialami masyarakat Indonesia. Biasanya, seseorang yang mengalami kondisi ini akan merasakan rasa nyeri dan panas pada lambung. Maag sendiri disebabkan oleh beragam faktor, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori dan efek samping dari obat-obatan tertentu.
Melansir dari Alodokter, ada sekitar 7.000 kasus sakit maag dan 80% merupakan dispepsia fungsional. Adapun dispepsia fungsional sendiri ialah kondisi sakit maag yang belum diketahui penyebabnya. Kondisi ini bisa dialami oleh siapapun, tak terkecuali ibu hamil.
Saat mengalami sakit maag, biasanya ibu hamil akan merasakan beberapa gejala, seperti nyeri perut dan kehilangan selera makan. Kondisi ini jika tidak segera diatasi bisa memperburuk kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan.
Lantas, apa penyebab maag pada ibu hamil dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut ini.
Advertisement
Gejala Maag pada Ibu Hamil
Sakit maag merupakan kondisi yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Umumnya, ibu hamil akan kehilangan nafsu makan dan perut tidak nyaman. Selain itu, ada beberapa gejala maag lainnya, di antaranya sebagai berikut:
- Mual dan muntah
- Sering sendawa
- Nyeri pada ulu hati hingga area di sekitar dada
- Perut kembung
- Merasa Kenyang meski hanya makan sedikit
Advertisement
Penyebab Maag pada Ibu Hamil
Ada beberapa faktor yang kerap menjadi penyebab maag pada ibu hamil, di antaranya sebagai berikut:
Perubahan Hormon
Penyebab maag pada ibu hamil yang pertama adalah adanya perubahan hormon. Biasanya, perubahan hormon ini menyebabkan otot kerongkongan bagian bawah cenderung melemah. Sehingga, hal ini memicu asam lambung naik ke kerongkongan.
Pertumbuhan Janin
Pertumbuhan janin di dalam kandungan juga menjadi salah satu penyebab maag pada Ibu hamil. Sehingga, tekanan di dalam lambung pun menjadi lebih besar karena terdorong oleh bayi di dalam rahim.
Makan Terlalu Banyak
Penyebab maag pada Ibu hamil lainnya adalah faktor makanan. Seseorang yang mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gas, seperti kubis, kacang polong, dan apel dapat meningkatkan risiko maag. Selain itu, mengonsumsi minuman yang bersoda juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini.
Advertisement
Cara Mengatasi Maag pada Ibu Hamil
Maag merupakan salah satu jenis gangguan pencernaan yang sering dialami seseorang. Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, bahkan dapat memicu datangnya berbagai macam penyakit. Sehingga kondisi seperti ini sebaiknya segera diatasi.
Cara mengatasi maag pada Ibu hamil dapat dilakukan secara alami, salah satunya adalah dengan menghindari mengonsumsi makanan penyebab asam maag, seperti alkohol, soda, kopi, atau teh secara berlebihan. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi maag lainnya, di antaranya seperti berikut:
1. Makan lebih teratur
2. Perhatikan porsi makan
3. Mengunyah makanan dengan benar
4. Hindari minum air terlalu banyak ketika makan
5. Hindari makanan asam, pedas, dan berlemak
6. Batasi asupan cokelat
7. Kurangi minum-minuman berkarbonasi