Kyai Tunggul Wulung dikenal sebagai pusaka Kraton Yogyakarta yang memiliki nilai magis. Pada dasawarsa 1820-an hingga 1930-an, pusaka ini digunakan Kraton untuk mengusir wabah Pes dan Flu Spanyol yang waktu itu melanda Yogyakarta.
Untuk mengeluarkan kesaktiannya, pusaka yang berwujud bendera ini biasanya diarak keliling benteng kraton. Setelah itu biasanya wabah hilang perlahan-lahan.
Saat ini, Virus Corona merebak dan telah membunuh jutaan nyawa manusia di dunia. Wabah ini juga merebak sampai ke wilayah Yogyakarta dan telah menginfeksi ribuan orang.
Lalu kenapa Sri Sultan HB X tidak mengeluarkan pusaka andalannya itu untuk menangkal wabah Corona?
Advertisement
Tentang Kyai Tunggul Wulung
Kyai Tunggul Wulung merupakan pusaka Kraton Yogyakarta yang berwujud bendera. Kain bendera untuk pusaka itu sendiri diambil dari sebuah bahan kain yang digantung di seputar makam Nabi Muhammad SAW.
Tapi menurut sumber lain, bendera itu terbuat dari kiswah, yaitu kain penutup Ka’bah yang setiap tahun selalu diganti. Dalam penggunaannya, kain Kyai Tunggul Wulung kemudian dipasang pada tombak Kyai Slamet sebelum diarak keliling Kraton.
Advertisement
Alasan Sultan HB X Tak Gunakan Kyai Tunggul Wulung
Menurut Sultan HB X, resiko yang ia hadapi nantinya akan besar kalau sampai mengeluarkan pusaka tersebut. Selain itu, Sultan HB X meyakini, pusaka itu kemungkinan masih mempunyai kekuatan untuk menghadapi Virus Corona. Hanya saja, Gubernur DIY ini mengatakan kalau wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, sehingga kondisi saat ini dengan kondisi pada saat pusaka itu digunakan itu sudah sangat berbeda.
“Kalau dulu mungkin no problem, tapi kalau sekarang kondisi bisa pro dan kontra. Selain itu saya kan bisa ditertawakan banyak orang juga,” kata Sultan HB X dikutip dari kanal YouTube Butet Kertaradjasa pada Senin (5/10).
Advertisement
Nasihat Sultan untuk Warga Jogja
Sri Sultan HB X memberi nasihat pada warga Jogja agar masing-masing bisa menjaga diri. Dari hal itulah bisa tumbuh kesadaran yang nantinya bisa mencegah penularan virus.
“Saya rasa itu lebih bagus dari pada hal-hal seperti itu (mengeluarkan pusaka Tunggul Wulung) karena bisa berpotensi menimbulkan pro dan kontra yang hanya akan memperkeruh suasana,” kata Sri Sultan HB X.