5 Cara Mencegah Leukimia Secara Alami, Mudah Dipraktikkan

Penyakit leukimia disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh dan tumbuh secara tidak terkendali. Dalam kondisi leukimia akut, perkembangan sel kanker terjadi sangat cepat dan gejala yang muncul dapat memburuk dalam waktu singkat.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
5 Cara Mencegah Leukimia Secara Alami, Mudah Dipraktikkan
Gejala dari kanker darah. boldsky.com

Leukimia merupakan salah satu penyakit kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih. Seseorang yang menderita leukimia biasanya akan merasakan rasa sakit kepala hebat dan muncul benjolan di leher akibat kelenjar getah bening. Penyakit ini jika tidak segera diatasi maka dapat membahayakan tubuh, karena akan meningkatkan infeksi, anemia, sampai pendarahan.

Melansir dari Medical News Today, umumnya penyakit leukimia disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh dan tumbuh secara tidak terkendali. Dalam kondisi leukimia akut, perkembangan sel kanker terjadi sangat cepat dan gejala yang muncul dapat memburuk dalam waktu singkat.

Leukimia dapat memengaruhi produksi dan fungsi leukosit atau sel darah putih dalam melawan infeksi, karena DNA darah mengalami kerusakan. Kondisi tidak normal tersebut bisa menyebabkan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Sehingga memicu terjadinya penumpukan dalam sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah yang sehat.

Lantas, bagaimana cara mencegah leukimia secara alami? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut ini.

Gejala Leukimia

Penyakit leukimia sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala yang pasti. Umumnya, gejala baru muncul saat sel kanker sudah semakin banyak dan aktif menyerang tubuh. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang kerap dirasakan penderita, di antaranya sebagai berikut:

1. Sakit kepala hebat.

2. Perut terasa nyeri dan tidak nyaman akibat pembengkakan hati.

3. Jumlah sel darah putih yang sangat tinggi dapat mengakibatkan masalah penglihatan karena pendarahan retina, telinga berdenging (tinnitus), perubahan status mental, ereksi berkepanjangan (priapismus), stroke, ataupun kejang karena pendarahan di otak.

4. Kehilangan nafsu makan dan berat badan.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan.

Penyebab Leukimia

Penyebab leukimia tidak diketahui secara pasti, namun secara umum penyakit leukimia disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh. Adapun penyebab leukimia lainnya di antaranya sebagai berikut:

• Bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia.

• Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukimia.

• Mengalami kelainan darah.

• Kebiasaan merokok.

• Memiliki kelainan genetika.

• Obesitas.

• Mengonsumsi kopi secara berlebihan.

Jenis-Jenis Leukimia

Leukimia merupakan jenis kanker yang berasal dari sel darah putih. Di mana sel darah putih belum mampu membelah diri dengan cepat, sehingga tidak berkembang menjadi sel yang matang. Akibatnya, fungsi sumsum tulang dalam memproduksi sel darah normal menjadi terganggu.

Di samping itu, leukimia dapat bersifat kronis dan akut. Dalam kondisi leukimia kronis, sel kanker bisa berkembang secara perlahan dan muncul gejala yang tergolong ringan.

Sedangkan perkembangan sel kanker pada leukimia akut bisa terjadi sangat cepat dan bisa memburuk dalam waktu singkat. Adapun jenis sel darah putih yang terlibat, leukimia terbagi menjadi beberapa jenis berikut:

Leukima Limfoblastik Akut

Leukimia limfoblastik akut bisa terjadi saat sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih jenis limfosit yang belum matang. Adapun cara mengobati leukimia limfoblastik akut (ALL) memiliki 3 langkah yang terdiri atas tahap induksi, konsolidasi, dan pemeliharaan.

Leukimia Limfosotik Kronis (CLL)

Leukimia limfosotik kronis terjadi saat sumsum tulang terlalu banyak memproduksi limfosit yang tidak normal dan menyebabkan kanker. Jenis leukima ini, penderita akan dilakukan terapi radiasi untuk mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena terlalu banyak limfosit abnormal.

Saat CLL tidak respon terhadap pengobatan, atau jika kambuh kembali, maka cara mengatasi leukemia yang seperti ini ialah dengan kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang.

Leukimia Mieloblastik Kronis

Leukimia mieloblastik kronis (CML) merupakan penyakit leukimia yang terjadi ketika sumsum tulang tidak bisa memproduksi sel mieloid yang matang. Jika seseorang mengalami kondisi ini, maka harus diatasi dengan segara. Biasnya dengan melibatkan kemoterapi atau tyrosine kinase inhibitor sebelum dilakukan transplantasi sumsum tulang.

Leukimia Mieloblastik Akut

Leukima mieloblastik akut terjadi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel mieloid yang tidak matang atau mieloblas. Adapun cara mengatasi kondisi ini didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Rencana pengobatannya biasanya memiliki 2 langkah yang meliputi induksi remisi dan terapi pasca-remisi.

Terdapat subtipe dari AML disebut promyelocytic leukemia akut, sehingga pasien mendapatkan obat-obatan lain, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA). Transplantasi sel induk dan kemoterapi juga digunakan ketika leukimia tidak respon terhadap pengobatan atau jika AML kambuh kembali.

Cara Mencegah Leukimia Secara Alami

Leukimia merupakan salah satu penyakit berbahaya yang harus dicegah sejak dini. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mencegah leukimia, salah satunya mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayur dan buah. Adapun beberapa cara mencegah leukimia secara alami ialah sebagai berikut:

Mengonsumsi Brokoli

Brokoli menjadi salah satu jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. Selain memiliki cita rasa segar, brokoli juga mengandung segudang manfaat untuk kesehatan. Kandungan vitamin C, float, serta glukosinolat pada brokoli dipercaya dapat membantu mencegah berbagai macam penyakit, salah satunya leukimia.

Di samping itu, Kandungan serat, Antioksidan, hingga kalium dapat berperan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Brokoli merupakan sumber Antioksidan yang berfungsi mencegah datangnya berbagai macam radikal bebas yang membahayakan tubuh.

Tomat

Salah satu sayur yang bisa mencegah leukimia adalah buah tomat. Kandungan vitamin C pada tomat berfungsi efektif dalam melawan bakteri yang menyebabkan penyakit leukimia.

Mengonsumsi tomat secara rutin dan teratur sangat dianjurkan, sebab buah tomat juga memiliki sifat Antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem imunitas tubuh.

Kunyit

Kunyit termasuk ke dalam tanaman rempah-rempah dan obat asli dari Asia Tenggara. Kunyit terkenal di berbagai daerah dengan penyebutan nama yang berbeda-berbeda, seperti kunir di daerah Jawa, koneng di Sunda, dan konyet di Madura.

Kunyit sendiri juga memiliki beragam kandungan yang diperlukan oleh tubuh. Melansir Health Benefit, daun kunyit mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan fenolik yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit leukimia.

Bayam

Bayam mengandung zat besi, vitamin, mineral hingga serat. Beberapa kandungan ini dipercaya dapat menjaga kesehatan tubuh dan menghindarkan dari berbagai penyakit, salah satunya leukimia. Selain itu, bayam juga mengandung klorofil yang dapat berfungsi efektif memblokir efek karsinogenik, sehingga mampu mencegah pertumbuhan kanker.

Buah Delima

Buah delima memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga hal ini dapat secara efektif membantu meningkatkan kekebalan tubuh.Selain itu, kandungan antioksidan pada buah delima juga mampu mengatasi berbagai macam penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, leukimia, dan jantung.

Rekomendasi