5 Penyebab Jantung Berdebar Kencang, Waspadai Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya

Kondisi jantung berdebar umumnya memang tidak berbahaya, namun dalam beberapa kasus kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius di dalam jantung. Oleh karena itu, penting diketahui penyebab jantung berdebar yang sering terjadi. Lantas, apa saja penyebab jantung berdebar? Simak ulasannya berikut ini.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
5 Penyebab Jantung Berdebar Kencang, Waspadai Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya
Ilustrasi serangan jantung. ©iStock

Jantung merupakan salah satu organ vital yang dimiliki manusia. Fungsi jantung yang paling utama ialah memompa darah ke seluruh tubuh dan membawa nutrisi serta oksigen yang dibutuhkan oleh organ-organ tubuh. Dalam kondisi tertentu, terkadang jantung berdenyut terlalu cepat dan tidak beraturan, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Jantung berdebar atau biasa disebut sebagai palpitasi adalah kondisi saat jantung berdegup cepat dan kencang. Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala seperti pusing dan sesak di dada. Dalam beberapa kasus, jantung yang sering berdebar dengan cepat dan kencang dapat menjadi pertanda ada masalah di jantung.

Dilansir dari Medical News Today, detak jantung pada orang dewasa bisa berkisar antara 50-100 bpm, tergantung pada usia dan kondisi kesehatan. Ketika tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen, maka biasanya jantung akan memompa darah lebih cepat. Kondisi inilah yang terkadang membuat jantung berdegup kencang dan tak beraturan.

Kondisi jantung berdebar umumnya memang tidak berbahaya, namun dalam beberapa kasus kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius di dalam jantung. Oleh karena itu, penting diketahui penyebab jantung berdebar yang sering terjadi. Mengingat jantung merupakan salah satu organ paling penting yang ada di dalam tubuh.

Lantas, apa saja penyebab jantung berdebar? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab jantung berdebar umumnya dapat terkait dengan stres, olahraga, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung seseorang berdetak kencang dan tidak teratur. Faktor risiko penyebab jantung berdebar berkaitan erat dengan kemungkinan penyebabnya. Berikut beberapa penyebab jantung berdebar yang perlu diketahui.

1. Gaya Hidup

Penyebab jantung berdebar berkaitan erat dengan gaya hidup yang sering dilakukan seseorang. Misalnya olahraga berat, kurang tidur, dan terlalu banyak kafein juga menjadi penyebab utama jantung berdebar. Selain itu, kadar mineral esensial yang rendah, seperti kalium dan magnesium, juga berpengaruh terhadap jantung yang seringkali berdenyut dengan cepat dan tidak beraturan.

2. Kondisi Psikologis

Penyebab jantung berdebar yang paling umum terjadi juga sering berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang. Saat pikiran dalam situasi stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin. Merespon peningkatan hormon stres ini, meningkatkan risiko jantung berdetak kencang karena bekerja lebih keras untuk meningkatkan pasokan darah ke otot, jantung, dan organ vital lainnya.

3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Seseorang yang menggunakan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan jantung berdebar dengan kencang. Hal ini karena obat-obatan tertentu memberikan efek jantung berdebar setelah mengonsumsinya. Beberapa obat seperti obat untuk tekanan darah tinggi, antibiotik, antidepresan, dan obat anti jamur dapat memicu jantung berdebar dengan cepat.

4. Kondisi Hormon

Penyebab jantung berdebar selanjutnya, yaitu kondisi hormon. Seseorang yang sedang mengalami menstruasi, kehamilan, dan menopause dapat menyebabkan jantung berdebar-debar. Beberapa kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan ekstra pada jantung.

5. Aritmia

Aritmia merupakan salah satu kondisi kesehatan yang dapat mengganggu irama jantung. Aritmia terjadi saat sinyal listrik ke jantung yang mengkoordinasikan detak jantung berfungsi dengan baik. Sehingga kondisi ini dapat berpengaruh terhadap kinerja jantung dan memicu jantung berdetak dengan cepat.

Gejala sakit jantung yang paling umum dirasakan penderita ialah dada terasa nyeri dan sesak. Kondisi ini kerap kali dirasakan saat beristirahat setelah melakukan aktivitas yang berat. Apabila nyeri dan ada tekanan di bagian dada ini terus berulang, maka hal menjadi potensi seseorang mengalami saki jantung.

Selain sesak dan nyeri dada, gejala sakit jantung berikutnya ialah pusing dan mudah lelah. Bahkan gejala seperti ini berlangsung tanpa melakukan aktivitas fisik yang berat. Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda gejala sakit jantung apabila sering berulang.

Selain itu masih banyak gejala sakit jantung lainnya yang biasa dialami oleh penderita. Berikut ini beberapa gejala sakit jantung lainnya yang perlu diwaspadai:

1. Mudah lelah

2. Sakit tenggorokan

3. Irama jantung berubah

4. Warna kulit membiru

5. Batuk kering yang terus berulang

6. Jantung berdebar

7. Ruam pada kulit

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, oleh karena itu sejak dini harus dilakukan upaya pencegahan. Mengetahui gejala sakit jantung juga sangat penting, agar cara penanganannya tepat.

Dilansir dari laman Medical News Today, berikut beberapa cara mencegah penyakit jantung yang perlu diketahui:

• Memperbanyak konsumsi lemak tak jenuh dan serat

• Hindari kebiasaan merokok

• Menghindari minuman beralkohol

• Mengelola stres dengan baik

• Menghilangkan lemak yang menumpuk di perut

• Mencegah dan mengobati penyakit diabetes dan hipertensi

• Olahraga secara rutin dan teratur.

Rekomendasi