Pria Ini Temukan Ular Berbisa di Pantai, 10 Kali Lebih Berbahaya dari King Kobra
Merdeka.com - Habitat ular berada di tengah kehidupan manusia. Terkadang hewan melata ini bisa muncul di bawah pohon, di pinggir sungai, bahkan di tempat-tempat tertentu di sekitar rumah warga. Kemunculannya sering kali membuat warga heboh. Apalagi kalau ular itu berbisa.
Tak hanya di tempat-tempat lembab di daratan, ternyata ular juga bisa ditemukan di sekitaran pantai. Heru Gundul, seorang petualang dan ahli ular yang dikenal dengan program acaranya “Jejak Si Gundul”, pada satu kesempatan mengajak anaknya ke Pantai Sadranan, Gunung Kidul.
Setelah menikmati deburan ombak di tepi pantai, mereka kemudian menuju ke batu karang yang berada di tepi pantai untuk mencari “keberuntungan”. Kira-kira apa keberuntungan yang dimaksud oleh Heru Gundul? Berikut selengkapnya:
Ular Berbisa di Batu Karang

©YouTube/Heru Gundul
Tak lama setelah tiba di batu karang, Heru Gundul tiba-tiba melihat sesuatu di celah-celah batu itu. Ternyata di sana ada seekor ular yang lagi berdiam diri. Heru menjelaskan kalau hewan itu dinamakan ular Erabu kuning atau Laticauda colibrina. Dengan berbekal tongkat kecil dan sebuah tas, Heru mencoba mengeluarkan ular itu dari tempat persembunyiannya dan memasukkannya ke dalam tas.
“Panjangnya sekitar 1 meter. Ini jenis ular laut yang berbisa tinggi. Di air pasang ini, dia naik ke karang untuk istirahat. Nah, aku mau coba keluarkan dari sarangnya,” kata Heru dikutip dari kanal YouTube pribadinya pada Rabu (13/1).
Lebih Berbahaya dari King Kobra

©YouTube/Heru Gundul
Menurut Heru Gundul, ular Laticauda colibrina itu merupakan jenis ular yang berbisa sangat tinggi, bahkan saking tingginya, bisanya sangat mematikan dan 10 kali lebih berbahaya dari pada King Kobra. Walau begitu, ular itu sebenarnya paling malas untuk menggigit mangsanya. Ular itupun bisa hidup di laut dan di darat.
“Hewan ini makanannya ikan-ikan yang berbentuk menyerupai ular, seperti sidat, belut laut, ular laut, dan ular ini semi akuatik. Artinya bisa hidup di darat maupun di air. Dia berkembang biak dengan cara bertelur dan meletakkan telurnya di batu-batu karang,” jelas Heru.
Keunikan Ular Erabu

©YouTube/Heru Gundul
Heru Gundul menjelaskan di Indonesia, ular Erabu Kuning biasa ditemui di antara terumbu karang. Populasi terbanyak diketahui berada di sepanjang pantai barat Sumatra, Selat Malaka, perairan Kepulauan Riau, Laut Jawa, Selat Madura, seluruh perairan Bali dan Nusa Tenggara, Teluk Tomini, Bunaken, dan Perairan Maluku.
Selain itu ular Erabu Kuning memiliki kelebihan berupa ekornya yang menyerupai sirip dayung. Hal itulah yang membuat ulat tersebut pandai berenang di air.
Kembali Dilepas ke Batu Karang

©YouTube/Heru Gundul
Setelah menjelaskan secara panjang lebar mengenai ular berbahaya yang baru saja ditangkapnya, Heru Gundung kembali melepas ular itu ke alam bebas. Setelah dilepas, ular itupun kembali merayap naik menuju salah satu celah lubang yang ada di batu karang itu.
“Walaupun mampu berenang, ular itu bukan murni ular laut. Hingga saat ini belum ada penelitian yang secara langsung mengulik tentang ular Laticauda ini,” pungkas Heru Gundul.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya