Penyebab Miom dan Kista beserta Gejalanya, Perlu Diwaspadai
Merdeka.com - Mioma atau sering disebut dengan miom merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang cukup umum terjadi. Ini merupakan tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim seorang wanita. Biasanya, orang yang menderita gangguan ini, memiliki beberapa fibroid di dalam rahim, satu bisa lebih besar, dan lainnya lebih kecil.
Sebagian dari Anda mungkin berpikir bahwa miom sama dengan kista rahim. Miom dan kista memang sama-sama terjadi di dalam rahim, namun sebenarnya ini adalah dua kondisi yang berbeda. Di mana miom merupakan tunor non-kanker yang terbentuk di dinding otot rahim, sementara kista adalah cairan yang berkembang di dalam atau di atas ovarium.
Selain letaknya yang berbeda, miom dan kista juga memiliki gejala yang berbeda. Dengan begitu, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan miom dan kista serta berbagai gejala yang sering muncul. Bukan hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan penyebab miom dan kista beserta risikonya.
Dengan pengetahuan ini, Anda bisa lebih berhati-hati dan lebih baik dalam menjaga kesehatan reproduksi. Terutama bagi Anda yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tersebut, maka risiko penyakit ini perlu diwaspadai. Dari berbagai sumber, berikut penyebab miom dan kista beserta gejala dan perbedaannya:
Pengetian dan Gejala
Sebelum mengetahui penyebab miom dan kista, perlu dipahami terlebih dahulu pengertian dasar yang membedakan miom dan kista. Seperti disebutkan, miom adalah jenis tumor bertekstur padat dank eras yang terbentuk di dinding otot rahim. Ini adalah jenis tumor yang tidak bersifat kanker, artinya tidak berisiko menyebabkan kanker.
Sementara, kista adalah kantong berisi cairan yang berkembang di ovariaum, baik di atas atau di bawah ovarium. Berbeda dengan miom yang bertekstur keras, kista mempunyai tekstur yang jinak karena di dalamnya berisi cairan.

©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com
Selain itu, miom dan kista juga memiliki gejala yang berbeda. Orang yang memiliki miom, mungkin akan merasakan gejala seperti:
Miom dapat tumbuh lebih besar hingga sebesar jeruk bali. Biasanya miom juga akan tumbuh lebih cepat selama kehamilan, namun umumnya akan menyusut saat menopause atau konsumsi obat hormon tertentu.
Sementara itu, kista memiliki gejala yang lebih banyak dibandingkan miom. Orang yang mengalami kista rahim mungkin akan merasakan beberapa gejala berikut:
Karena memiliki tekstur yang lebih jinak, kista memiliki risiko pecah di dalam rahim. Jika ini terjadi, pecahan kista tersebut dapat menyebabkan ovarium terpuntir di bagian sekitarnya. Kondisi ini sering kali menimbulkan beberapa gejala tambahan seperti:
Penyebab dan Faktor Risiko
Setelah memahami perbedaan mendasar dan gejalanya, berikutnya akan dijelaskan penyebab miom dan kista beserta faktor risikonya. Seperti disebutkan, penyebab miom dan kista dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda. Secara umum, penyebab miom belum diketahui pasti hingga saat ini, namun kadar hormon seks wanita dan genetika diyakini memiliki peran besar dalam hal ini.
Miom paling sering terjadi pada wanita setelah memasuki usia 40 tahun hingga 50 tahun. Miom yang tumbuh di dalam rahim juga biasanya berkembang secara berkelompok. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit miom mempunyai risiko yang lebih tinggi. Begitu pula dengan wanita yang memiliki berat badan berlebih atau gemuk, dan terlalu banyak mengonsumsi daging merah.
Sementara kista, biasanya terjadi sebelum wanita mencapai masa menopause. Sehingga perempuan-perempuan yang masih muda memiliki risiko yang lebih tinggi. Gangguan kita pada rahim ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
Pengobatan Miom dan Kista
Setelah mengetahui penyebab miom dan kista, terakhir akan dijelaskan cara pengobatan untuk dua gangguan penyakit yang menyerang sistem reproduksi wanita ini. Secara umum, miom dan kista tidak selalu membutuhkan pengobatan. Namun jika kondisi miom semakin besar dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu, maka biasanya dokter akan melakukan beberapa tindakan, sebagai berikut:
Sementara untuk pengobatan kista juga diperlukan ketika kondisi kista semakin berkembang dan menyebabkan gejala yang mengganggu. Pengobatan ini meliputi:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya