Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Keguguran Hamil Muda, Ketahui Gejala dan Faktor Risikonya

Penyebab Keguguran Hamil Muda, Ketahui Gejala dan Faktor Risikonya Ilustrasi keguguran. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/DanielW

Merdeka.com - Masa kehamilan tentu selalu dinantikan oleh hampir setiap pasangan suami istri. Terlebih lagi bagi pasangan yang baru saja menikah, kehamilan anak pertama pastinya menjadi momen yang diidam-idamkan. Tidak heran, setiap pasangan akan menjaga dan memastikan kesehatan istri dan janin dalam kandungannya tetap baik.

Meskipun begitu, tidak sedikit pula wanita hamil yang mengalami keguguran. Umumnya, peristiwa keguguran ini terjadi di awal usia kehamilan atau di bawah 20 minggu. Karena sering terjadi di awal kehamilan, kebanyakan wanita sering kali tidak menyadari bahwa ia mengalami keguguran. Bahkan mungkin sebagian wanita tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

Dalam hal ini, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab keguguran hamil muda. Penyebab keguguran saat usia kehamilan yang masih muda sering kali dikaitkan dengan faktor gen kromosom yang tidak normal hingga kondisi kesehatan ibu yang kurang baik. Dengan begitu, janin yang terdapat di dalam kandungan ibu menjadi rentan dan tidak bertahan lama hingga akhirnya mengalami keguguran.

Bagi setiap wanita hamil, penting untuk memahami berbagai macam hal yang bisa menjadi penyebab keguguran hamil muda. Sehingga, Anda bisa menjaga kesehatan tubuh dan kandungan dengan baik untuk mengurangi risiko terjadinya keguguran. Selain itu, perlu juga mengetahui sejak dini gejala yang didapatkan ketika tiba-tiba terjadi keguguran. Hal ini dilakukan agar kondisi bisa segera ditangani dengan baik.

Dilansir dari situs Mayoclinic, berikut kami merangkum penyebab keguguran hamil muda dan beberapa informasi lainnya yang perlu diketahui.

Mengenal Keguguran Kehamilan

ilustrasi keguguran

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/DanielW

Sebelum mengetahui beberapa penyebab keguguran hamil muda, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kondisi keguguran. Keguguran merupakan istilah yang sering digunakan pada kondisi kehamilan yang menandakan hilangnya janin di dalam kandungan.

Umumnya, keguguran terjadi akibat janin yang tidak dapat berkembang dengan normal di dalam kandungan. Keguguran ini merupakan kondisi umum yang sering terjadi. Untuk menghindarinya, setiap wanita hamil penting untuk memperhatikan kesehatan tubuh dan janin di dalam kandungan agar tetap bertahan hingga proses persalinan.

Gejala Keguguran

Sebelum masuk pada penjelasan penyebab keguguran hamil muda, perlu diketahui pula beberapa tanda yang mungkin terjadi saat seorang wanita hamil mengalami keguguran. Sebagian besar keguguran terjadi sebelum memasuki minggu ke-12 kehamilan. Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul:

  • Bercak atau pendarahan vagina
  • Nyeri atau kram di perut atau punggung bawah
  • Cairan atau jaringan keluar dari vagina Anda
  • Jika Anda telah mengeluarkan jaringan janin dari vagina Anda, letakkan dalam wadah bersih dan bawa ke kantor penyedia layanan kesehatan atau rumah sakit untuk dianalisis lebih lanjut.

    Meskipun keguguran dapat terjadi pada siapa saja, namun perlu diingat bahwa kebanyakan wanita memang mengalami bercak atau pendarahan pada vagina pada trimester pertama, dan tidak memberikan pengaruh buruk pada kehamilannya hingga proses melahirkan.

    Penyebab Keguguran Hamil Muda

    ilustrasi keguguran

    ©Shutterstock/Monkey Business Images

    Setelah mengetahui kondisi umum dan gejala, berikutnya perlu diketahui terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab keguguran hamil muda. Penyebab keguguran hamil muda ini bisa datang dari pengaruh gen kromosom yang tidak normal hingga kondisi kesehatan ibu yang tidak baik dan tidak cukup kuat. Berikut penjelasan lebih lanjut yang perlu disimak.

    1. Gen kromosom yang tidak normal

    Dikatakan, sekitar 50 persen penyebab keguguran dialami karena faktor kelebihan atau kekurangan kromosom. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat kesalahan yang terjadi saat proses embrio membelah dan berkembang secara tidak sempurna. Berikut beberapa kondisi kelainan kromosom yang berpengaruh pada kehamilan:

  • Blighted ovum. Blighted ovum terjadi jika tidak ada embrio yang terbentuk.
  • Kematian janin intrauterine. Dalam situasi ini, embrio terbentuk tetapi berhenti berkembang dan mati sebelum gejala keguguran terjadi.
  • Kehamilan mola dan kehamilan mola parsial. Dengan kehamilan mola, kedua set kromosom berasal dari ayah. Kehamilan mola dikaitkan dengan pertumbuhan abnormal dari plasenta; biasanya tidak ada perkembangan janin. Kehamilan mola parsial terjadi ketika kromosom ibu tetap ada, tetapi ayah menyediakan dua set kromosom. Kehamilan mola parsial biasanya dikaitkan dengan kelainan pada plasenta, dan janin yang abnormal.
  • Kehamilan mola dan parsial bukanlah kehamilan yang layak. Kehamilan mola dan parsial terkadang dapat dikaitkan dengan perubahan kanker pada plasenta.
  • 2. Kondisi kesehatan ibu

    Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan ibu juga bisa menyebabkan keguguran. Kondisi ini meliputi :

  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Infeksi
  • Masalah hormonal
  • Masalah rahim atau serviks
  • Penyakit tiroid
  • 3. Hal yang tidak menyebabkan keguguran

    Bagi sebagian orang mungkin masih belum memahami dengan pasti beberapa aktivitas yang dapat dilakukan tanpa menyebabkan keguguran. Beberapa aktivitas rutin yang masih bisa dilakukan dan tidak memicu keguguran yaitu seperti:

  • Olahraga, termasuk aktivitas intensitas tinggi seperti jogging dan bersepeda.
  • Hubungan seksual.
  • Bekerja, asalkan Anda tidak terpapar bahan kimia atau radiasi berbahaya. Namun bicarakan dengan dokter Anda jika Anda mengkhawatirkan risiko terkait pekerjaan.
  • Faktor Risiko Keguguran Hamil Muda

    Setelah mengetahui beberapa penyebab keguguran hamil muda, perlu diketahui pula terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan keguguran pada diri Anda. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan keguguran seperti:

  • Usia. Wanita yang lebih dari usia 35 memiliki risiko keguguran lebih tinggi daripada wanita yang lebih muda. Orang yang berusia 35 tahun memiliki risiko sekitar 20 persen. Sedangkan pada usia 40, risikonya sekitar 40 persen. Dan pada usia 45 tahun, itu sekitar 80 persen.
  • Keguguran sebelumnya. Wanita yang pernah mengalami dua kali atau lebih keguguran berturut-turut berisiko lebih tinggi mengalami keguguran.
  • Kondisi kronis. Wanita yang memiliki kondisi kronis, seperti diabetes yang tidak terkontrol, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran.
  • Masalah rahim atau serviks. Kelainan uterus tertentu atau jaringan serviks yang lemah (serviks tidak kompeten) dapat meningkatkan risiko keguguran.
  • Merokok, alkohol dan obat-obatan terlarang. Wanita yang merokok saat hamil memiliki risiko keguguran yang lebih besar dibandingkan bukan perokok. Penggunaan alkohol yang berlebihan dan penggunaan obat-obatan terlarang juga meningkatkan risiko keguguran.
  • Bobot. Orang yang memiliki kekurangan dan kelebihan berat badan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.
  • Tes prenatal invasif. Beberapa tes genetik prenatal invasif, seperti pengambilan sampel vilus korionik dan amniosentesis, memiliki sedikit risiko keguguran.
  • Cara Mencegah Keguguran Hamil Muda

    ilustrasi hamil

    ©©shutterstock.com/Dmitry Kalinovsky

    Setelah mengetahui beberapa penyebab keguguran hamil muda dan faktor risikonya, terakhir Anda perlu mengetahui bagaimana cara melakukan pencegahan yang tepat agar kehamilan bisa terus berjalan hingga si bayi lahir.

    Cara mencegah keguguran ini tidak lain adalah berfokus pada menjaga kesehatan diri dan bayi dalam kandungan. Ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Lakukan perawatan prenatal secara teratur.
  • Hindari faktor risiko yang dapat menyebabkan keguguran, seperti merokok, minum alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Konsumsi multivitamin setiap hari.
  • Batasi asupan kafein. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa minum lebih dari dua minuman berkafein sehari berhubungan dengan risiko keguguran yang lebih tinggi.
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP