Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Hawa Panas di Musim Hujan, Berkurangnya Tutupan Awan hingga Jeda Hujan

Penyebab Hawa Panas di Musim Hujan, Berkurangnya Tutupan Awan hingga Jeda Hujan ILUSTRASI AWAN. pixabay.com

Merdeka.com - Saat musim hujan tentu berbagai wilayah dipenuhi dengan awan-awan tebal berwarna gelap atau keabu-abuan. Bukan hanya itu, musim hujan juga identik dengan suhu yang lebih dingin dan sejuk dibandingkan musim kemarau. Kedua kondisi ini wajar terjadi ketika Indonesia memasuki musim hujan.

Namun, anehnya dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia justru bercuaca cerah bahkan langit tampak biru jernih tanpa awan-awan yang menggantung. Selain itu, suhu udara juga terasa sangat panas dan terik di siang hingga sore hari. Bahkan, di beberapa wilayah di Indonesia tidak terjadi hujan sama sekali hingga beberapa hari.

Sebagian dari Anda mungkin bertanya, bagaimana ini bisa terjadi, musim hujan yang tidak ada hujan justru cuaca terik yang sangat panas. Ternyata, kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari faktor keberadaan awan, besarnya radiasi yang dipancarkan matahari, hingga faktor jeda hujan di beberapa wilayah.

Dalam hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menjelaskan berbagai alasan di balik kondisi ini. Lalu seperti apa penjelasan lengkapnya. Berikut kami rangkum penjelasan penyebab hawa panas di musim hujan bisa Anda simak.

Kondisi Cuaca Beberapa Hari Terakhir

Sebelum mengetahui penyebab hawa panas di musim hujan, pertama akan dijelaskan terlebih dahulu kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Mengutip dari laman Instagram BMKG, pada awal hingga pertengahan bulan Januari 2023, beberapa wilayah di Indonesia masih sering terjadi hujan. Namun, sebagian wilayah di Indonesia tercatat sudah tidak mengalami hujan sama sekali, bahkan lebih dari 6 hari.

Bukan hanya frekuensi hujan yang turun drastis di beberapa wilayah, suhu harian rata-rata di Indonesia juga cukup tinggi. Tercatat, suhu beberapa wilayah seperti Ciputat dan sekitarnya mencapai angka 34 derajat Celsius. Bahkan, pada 12 Januari lalu menurut pantauan BMKG, disebut sebagai hari terpanas karena beberapa wilayah mencapai suhu maksimum hingga 35 derajat Celsius.

Tentu, sebagian dari Anda menyadari kondisi ini. Di mana suhu udara lebih panas dari biasanya, langit yang sangat terang bahkan sangat terik di siang hari, dan hujan yang tidak turun dalam beberapa hari. Kondisi ini disebut mendapat pengaruh dari beberapa faktor yang akan dijelaskan lebih lengkap pada poin selanjutnya.

Penyebab Hawa Panas di Musim Hujan: Berkurangya Tutupan Awan, Radiasi Matahari Maksimum

Berkurangnya Tutupan Awan

Penyebab hawa panas di musim hujan yang pertama dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan di beberapa daerah. Berdasarkan laporan BMKG melalui gambaran citra inframerah, diketahui beberapa daerah di Indonesia mengalami tutupan awan yang semakin sedikit.

Dalam hal ini, daerah yang menunjukkan warna dasar hitam di peta citra inframerah, terjadi tutupan awan yang berkurang secara drastis. Ini terdapat di seluruh wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara. Tak heran, jika dalam beberapa hari terakhir Anda melihat langit biru terang tanpa atau hanya sedikit awan-awan yang menggantung.

Radiasi Matahari Maksimum

Penyebab hawa panas di musim hujan berikutnya adalah radiasi matahari yang mencapai maksimum. Karena tutupan awan yang berkurang, maka pancaran radiasi matahari dapat sampai di permukaan bumi secara maksimum.

Seperti disebutkan sebelumnya, BMKG mencatat beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir mengalami suhu yang cukup tinggi. Bahkan tanggal 12 Januari disebut hari terpanas karena sebagian wilayah dapat mencapai suhu 35 derajat Celsius.

Penyebab Hawa Panas di Musim Hujan: Jeda Hujan, Blocking Monsun Asia

Jeda Hujan

Penyebab hawa panas di musim hujan berikutnya karena faktor jeda hujan. Seperti dijelaskan sebelumnya, pada awal hingga pertengahan Januari 2023 beberapa wilayah masih mengalami hujan.

Namun, sebagian wilayah lainnya justru sudah tidak mengalami hujan sama sekali, hingga 6 hari terakhir. Ini disebut sebagai kondisi jeda hujan (dry spell), bahwa hujan tidak turun sementara waktu meskipun masih berada di musim hujan.

Blocking Monsun Asia

Penyebab hawa panas di musim hujan yang terakhir adalah fenomena Blocking Monsun Asia. Ini adalah kondisi di mana angin bergerak dari arah barat dengan membawa massa udara. Kondisi ini tidak lain merupakan akibat dari adanya jeda hujan dan berkurangnya tutupan awan di beberapa wilayah di Indonesia.

Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi oleh sering munculnya pusaran angin di Samudera Pasifik bagian barat, Laut Cina Selatan, dan wilayah barat daya Sumatera. Adanya pusaran angin ini menyebabkan aliran massa udara lembap dari utara yang terhambat. Bukan hanya itu, kondisi ini juga menyebabkan intrusi udara kering dari selatan Indonesia yang lebih dominan.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP