Penuh Perjuangan, Begini Kisah Wanita yang Hidup di Tengah Hutan Rembang
Merdeka.com - Dusun Ngotoko, Desa Paseban, Kecamatan Bulu merupakan dusun paling terpencil di Rembang. Lokasinya berada di tengah hutan. Di dusun itu terdapat sekitar 60 rumah.
Walaupun sebagian jalan menuju ke sana sudah dibeton, namun masih banyak titik jalan yang masih berbatu. Belum lagi untuk menuju ke sana harus melewati hutan lebat yang masuk wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Mantingan.
Di tengah hutan itu, ada sebuah rumah yang letaknya menyendiri. Dindingnya masih terbuat dari bambu. Di sana tinggal Rumbi (43), Suntari (anaknya Rumbi), dan Sarikem (ibunya Rumbi). Sehari-hari, Rumbi bekerja keras untuk menghidupi anak dan ibunya yang telah berusia lanjut.
Berjuang Sendiri

©YouTube/Musyafa Musa
Untuk menyambung hidup sehari-hari Rumbi mencari kayu bakar di tengah hutan. Setelah kayu terkumpul banyak, kemudian kayu itu diambil oleh pengepul. Apabila kayu yang terkumpul itu sudah setara satu bak truk, ia akan memperoleh uang sebesar Rp600 ribu.
Rumbi harus rela menekuni pekerjaan berat itu karena tidak ada pekerjaan lain. Sementara suaminya yang dulu menafkahi Rumbi dan keluarganya telah lama meninggal dunia.
“Saya janda, pak. Kita harus kerja keras untuk menafkahi hidup sehari-hari. Punya tanggungan dua, satu anak satu orang tua,” ujar Rumbi dikutip dari kanal YouTube Musyafa Musa.
Nasib sang Anak

©YouTube/Musyafa Musa
Sementara itu anak Rumbi, Suntari, menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Bulu. Sembari menempuh pendidikan formal, dia juga menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Kemadu, Sulang.
Namun di masa pandemi ini, Suntari masih menjalani sekolah online di rumah sembari membantu kegiatan sehari-hari mulai dari bersih-bersih pekarangan, memasak, menemani nenek, hingga merawat ternak.
“Di sini sepi, jauh dari tetangga. Saya juga mondok biar bisa mengaji, mendapat ilmu banyak, dan bisa membahagiakan orang tua,” tutur Suntari.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya