Penuh Haru, Begini Prosesi Pemakaman Jenderal Soedirman di Jogja Tahun 1950
Merdeka.com - Magelang, 29 Januari 1950 pukul 18.30, Jenderal Soedirman mengembuskan napas terakhir setelah mengalami sakit selama beberapa bulan. Mendengar berita wafatnya sang jenderal, para pejabat sipil dan militer berbondong-bondong melayat ke rumah duka.
Setelah tiba waktunya, peti jenazah Jenderal Soedirman dikeluarkan dari rumah duka. Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu disalatkan pada sebuah masjid di Magelang. Barulah kemudian jenazah diberangkatkan menuju Yogyakarta.
Perjalanan menuju Yogyakarta dilakukan dengan iringan konvoi. Iringan itu dipimpin oleh empat tank dan delapan puluh kendaraan bermotor. Ketika iring-iringan kendaraan memasuki Yogyakarta, warga masyarakat memadati bahu jalan untuk melepas kepergian sang jenderal.Berikut selengkapnya:
Prosesi Pemakaman di Yogyakarta

©YouTube/Bimo K.A
Setibanya di Yogyakarta, jenazah Jenderal Soedirman dibawa terlebih dahulu menuju Masjid Agung Yogyakarta. Para pejabat sipil dan militer turut mengantar jenazah, termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Jenderal Gatot Subroto.
Dalam perjalanan menuju taman makam pahlawan (TMP) Kusuma Negara, ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan untuk memberi penghormatan terakhir. Pada akhirnya, jenazah Jenderal Soedirman tiba di TMP Kusuma Negara.
Dikebumikan ke Liang Lahat

©YouTube/Bimo K.A
Sesampainya di TMP Kusuma Negara, Yogyakarta, jenazah Jenderal Soedirman langsung dikebumikan ke dalam liang lahat. Dalam sebuah foto yang dilansir dari akun YouTube Bimo K.A, beberapa personel berpakaian militer tampak menggotong peti jenazah yang di bagian atasnya sudah ditaburi karangan bunga.
Setelah itu, giliran sang istri, Ny. Siti Alfiah beserta keluarga yang menaburi bunga ke dalam liang jenazah sang jenderal. Hal yang sama juga dilakukan pelayat, termasuk Jenderal Gatot Soebroto. Setelah itu, barulah tembakan penghormatan mengiringi upacara Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Ziarah

©YouTube/Bimo K.A
Tahun demi tahun berlalu, para tokoh negara bergantian berziarah ke makam Jenderal Besar Soedirman. Tampak dalam sebuah foto yang diunggah akun YouTube Bimo K.A, Adipati Paku Alam VIII turut berziarah dan menabur bunga di makam sang jenderal pada tahun 1953.
Lalu ada pula Presiden Soekarno bersama Wakil Presiden Mohammad Hatta turut berziarah ke makam Jenderal Soedirman didampingi Ny. Siti Alfiah pada tahun 1957.
Atas jasa-jasanya, pada 10 Desember 1964, Jenderal Soedirman ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 314 tahun 1964.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya