Selama pandemi COVID-19, banyak pasien yang meninggal dunia. Dari sini muncul beragam kisah haru bagaimana mereka berjuang melawan Virus Corona sampai ajal menjemput.
Di Kecamatan Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, ada sebuah kisah bagaimana pasangan suami-istri berjuang bersama untuk sembuh dari virus mematikan itu. Hal itulah yang diungkapkan oleh Kapolsek Gemolong I Ketut Putra.
Ia bercerita, saat itu lurah setempat hendak memberikan bantuan kepada seorang pasien COVID-19 bernama SH (48) dan istrinya, ES yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun saat tiba di sana, lurah itu mendapati rumah SH tertutup rapat dan saat dipanggil-panggil tak ada jawaban dari dalam. Saat itulah ia membuka paksa pintu rumah itu dan mendapati SH telah meninggal dunia.
Advertisement
Suami Istri Meninggal di Hari yang Sama
Dalam pemeriksaan yang dilakukan tanggal 23 Juni 2021, diketahui hasil bahwa SH positif terkena COVID-19 sedangkan sang istri negatif dengan gejala batuk dan pilek. Oleh karena itu, walaupun berada dalam satu rumah, mereka harus dipisahkan di kamar yang berbeda.
Siang itu, Pukul 11.0p WIB, lurah menemukan SH sudah meninggal dan sang istri yang masih sadar di kamar sebelahnya. Mendapati SH telah meninggal dunia, lurah itu segera menghubungi Polsek Gemolong dan petugas kesehatan.
Pada pukul 13.40 WIB, istri SH dilarikan ke rumah sakit Assalam Gemolong dan selanjutnya dirujuk ke RS Moewardi Solo.
Advertisement
Tidak Ada Bekas Luka
Saat ditemukan, jenazah SH sudah dalam keadaan terbujur kaku. Dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh SH. Setelah selesai dilakukan pemulasaran dengan protokol kesehatan, SH dimakamkan di pemakaman umum.
“Saat jenazah SH diberangkatkan, datang informasi bahwa istrinya, ES, juga meninggal dunia di RS Moewardi Solo pada pukul 14.20 WIB. setelah selesai pemulasaran di Solo, jenazah ES dimakamkan pada Senin (28/6) pada pukul 02.30 WIB,” kata Ketut dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (1/7).
Advertisement
Meninggal Selang Sehari
Sementara itu di Desa Pilang, Masaran, Sragen, pasangan suami istri meninggal hanya selang sehari. PN (69), sang suami yang juga seorang tokoh masyarakat Desa Pilang, meninggal pada Jumat (26/6) malam.
Sebenarnya, ia sempat dibawa ke salah seorang dokter di Masaran. Oleh sang dokter, PN disarankan untuk dibawa ke Puskesmas karena saat itu rumah sakit sudah penuh.
Sesampainya di Puskesmas, PN membutuhkan bantuan oksigen. Sayangnya, stok oksigen di Puskesmas itu habis. Iapun kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Masaran. Namun dalam perjalanan, ia meninggal dunia.
“Dia dimakamkan pada Sabtu (27/6) pagi tanpa protokol kesehatan karena belum diketahui apakah almarhum positif COVID-19 atau tidak,” kata Sugiyamto, salah satu tokoh masyarakat Desa Pilang yang juga anggota DPRD Sragen.
Advertisement
Almarhum Istri Positif COVID-19
Setelah PN dimakamkan, kondisi sang istri, SI (61) ikut menurun. Oleh warga, ia dilarikan ke RS Mardi Lestari Sragen. Sebelum diperiksa, ia dites swab terlebih dahulu. Hasilnya, ia terkonfirmasi positif COVID-19.
Setelah dirawat beberapa saat, kondisi SI terus menurun. Karena keterbatasan alat, ia kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Namun sebelum sampai rumah sakit, nyawa SI sudah tak terselamatkan.
“Jadi Sabtu suaminya dimakamkan tanpa protokol kesehatan. Minggunya sekitar pukul 11.00, giliran istrinya yang dimakamkan menggunakan protokol kesehatan dengan melibatkan teman-teman relawan,” kata Sugiyatmo.