Mengenal JOXZIN, Gangster Legendaris Jogja Era 80-an

Jumat, 3 Desember 2021 12:29 Reporter : Shani Rasyid
Mengenal JOXZIN, Gangster Legendaris Jogja Era 80-an tugu yogyakarta. blogspot.com

Merdeka.com - Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. Banyak pelajar datang dari berbagai kota untuk menuntut ilmu di Jogja. Namun di balik nama itu, ada kisah kelam mengenai berbagai kelompok gangster yang sebagian besar beranggotakan para pelajar. Salah satu gangster legendaris di Jogja adalah Joxzin.

Dilansir dari kanal YouTube Dialektika, pada era tahun 1985-1986, terbentuklah sebuah kelompok yang beranggotakan anak sekolah yang tersebar di beberapa daerah di Yogyakarta.

Bermula dari kawasan Alun-Alun Utara, kelompok itu kemudian berkembang menjadi sebuah basis massa yang besar. Kelompok gangster itulah yang kemudian menamakan diri mereka sebagai JOXZIN.

2 dari 4 halaman

Sejarah Terbentuknya JOXZIN

joxzin

©YouTube/DIALEKTIKA

Rahmadi, salah satu mantan anggota JOXZIN, mengatakan bahwa salah satu tokoh yang membentuk kelompok gangster itu adalah Iwan Pempek. Dinamakan “Pempek” karena dia asli orang Palembang.

JOXZIN merupakan singkatan dari “Pojok Bensin”. Nama ini diambil karena para anggotanya kerap berkumpul pada salah satu pom bensin yang ada di Alun-Alun Utara. Saat berada di Jogja, Iwan tinggal di Kampung Kauman. Ia menceritakan, awal terbentuknya JOXZIN anggotanya berasal dari berbagai sekolah.

“Kalau basisnya ada di Kauman, Karangkajen, Kotagede, Sinarmas (Malioboro), Bantul. Yang utama lumbungnya JOXZIN itu kalau kita tarik dari peta itu Jogja tengah ke selatan. Karena kalau ke utara itu wilayahnya geng lain,” kata Rahmadi, dikutip dari kanal YouTube Dialektika.

3 dari 4 halaman

Aksi Geng JOXZIN

joxzin©YouTube/DIALEKTIKA

Rahmadi mengatakan, JOXZIN biasanya menjalankan aksin tiap malam Jumat dan malam Minggu. Saat itu, para anggota gangster akan menghampiri geng lain dan mengajak salah satu anggotanya berkelahi di suatu tempat.

Tapi sebenarnya perkelahian antar anggota geng bisa terjadi di manapun dan kapanpun. Inilah yang diceritakan Asmuni, anggota JOXZIN yang lain.

“Ada salah seorang siswa SMA PIRI, dia nantang-nantang JOXZIN. Kebetulan adik saya sekolah di sana. Besoknya saya datang ke sekolah itu. Waktu dia makan di warung, saya tungguin dulu. Setelah makan, saya masuk di warung itu, lalu saya pukuli. Ada 7-10 orang yang berkelahi di dalam warung itu. Banyak yang pecah piring-piring itu. Ditendang kepalanya, jatuhnya di piring lagi. Saya harus mengganti uang Rp36 ribu zaman segitu,” kenang Asmuni.

4 dari 4 halaman

Tetap Jaga Silaturahmi

joxzin©YouTube/DIALEKTIKA

Pada tahun 1993, para anggota JOXZIN dipanggil ke Kodim Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka meminta JOXZIN dibubarkan. Namun setelah itu Iwan Pempek mengajukan nama JOXZIN ke notaris untuk dilegalkan. Sejak saat itu, JOXZIN tidak lagi melakukan penyerangan terhadap geng lain.

Walau begitu silaturahmi tetap dijaga. Beberapa kali para anggotanya melakukan pertemuan di sela-sela kesibukan masing-masing.

“Walau punya kesibukan sendiri-sendiri tapi saya masih berkunjung ke tempat teman-teman, juga ada yang ketemu di kuliah. Pada tahun 2011, kita pernah adakan kumpul untuk aktif kembali. Waktu itu kita ingin JOXZIN aktif kembali. Tapi karena masing-masing punya kesibukan maksud itu tak kesampaian,” kata Iwan Pempek.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini