Mengenal Baju Imlek, Lengkap Beserta Sejarah dan Penjelasannya
Merdeka.com - Hari Raya Imlek menjadi salah satu momen suka cita yang paling ditunggu-tunggu oleh warga Tionghoa. Banyak hal yang biasa dilakukan saat menyambut perayaan Imlek, seperti mendekorasi rumah, menyiapkan hidangan spesial, dan berkumpul bersama orang-orang terdekat.
Selain itu, mengenakan baju khas Imlek juga bisa membuat suasana menjadi lebih bermakna dan meriah. Ada banyak baju Imlek yang biasa dikenakan oleh warga di hari spesial ini. Tidak hanya memiliki corak warna dan motif yang indah, baju Imlek juga memiliki nilai-nilai sejarah yang penting untuk diketahui.
Seiring berjalannya waktu, kini banyak sekali ditemui baju Imlek dengan beragam corak warna dan motif. Bagi Anda yang tengah mempersiapkan perayaan Imlek, berikut beberapa baju Imlek dan sejarahnya yang merdeka.com lansir dari newhanfu.com:
Baju Imlek Cheongsam

newhanfu.com
Cheongsam atau Qipao adalah baju imlek yang kerap digunakan oleh wanita. Baju imlek satu ini menjadi pakaian khas Tiongkok dengan corak bangsa Tionghoa. Umumnya, cheongsam memiliki gaya rancang yang khas yang mengikuti lekukan tubuh.
Seiring berjalannya waktu, cheongsam tidak hanya berwarna merah. Saat ini, banyak sekali ditemukan baju imlek satu ini dengan beragam warna dan corak yang semakin variatif. Beberapa warna pakaian cheongsam yang saat ini bisa ditemukan antara lain berwarna kuning, merah muda, biru, hitam, putih, dan berbagai padanan corak serta motif lainnya.
Selain digunakan untuk perayaan Imlek, masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa kerap menggunakannya dalam pesta pernikahan atau acara formal lainnya. Corak dan motifnya yang unik, membuat baju Imlek satu ini bikin penampilan semakin menawan.
Baju Imlek Colorful Costumes
Salah satu jenis baju Imlek yang sering dikenakan masyarakat di China adalah colorful costumes. Sesuai namanya, pakaian ini memiliki motif bunga-bunga dan warna-warni.Dulunya, baju warna-warni ini dikenakan oleh etnis minoritas atau penduduk China non-Han di China. Pada 2010, populasi gabungan dari kelompok minoritas yang diakui secara resmi terdiri dari 8,49 persen dari populasi China daratan.
Beberapa aspek pakaian mereka, seperti bahan baku, model, dan dekorasi, masih mempertahankan ciri khas kelompok etnis dan lokalitas. Orang-orang etnis minoritas Hezhen, sebagaian besar mencari nafkah dengan memancing, biasa membuat pakaian dari kulit ikan. Sementara itu, kelompok etnis pemburu, seperti Oroqen dan Ewenki, menggunakan kulit telur dan urat daging untuk menjahit pakaian mereka.
Baju Imlek Hanfu

pinterest.com
Jenis baju Imlek yang memiliki motif dan corak menawan selanjutnya, yaitu hanfu. Busana hanfu sendiri sudah dikenakan selama berabad-abad sepanjang era kekaisaran masa Dinasti Tiongkok dan memiliki sejarah panjang dengan corak yang beragam.Saat ini, hanfu dikenakan sebagai busana adat tradisional Tionghoa yang kerap dipakai saat perayaan Imlek dan acara formal lainnya. Bentuk dan coraknya yang unik, membuat baju Imlek satu ini begitu terlihat indah dan menawan.
Baju Imlek Tang Suit
Tang merupakan jenis baju Imlek yang berasal dari Dinasti Qing (1644-1911). Pakaian pria ini hasil pengembangan dari pakaian Manchuria yang mengacu pada jenis jaket.
Nama Tang sendiri berasal dari orang Tionghoa perantauan. Dulunya, Kekaisaran Tang terkenal makmur dan terkenal di dunia, sehingga orang asing menyebut orang Tionghoa perantauan sebagai “orang Tang” dan pakaian yang mereka pakai disebut “Tang Suit”Saat ini, pakaian Tang kerap dikenakan oleh warga Tionghoa saat perayaan Imlek dan acara formal lainnya.
Bagi Anda yang ingin merayakan Imlek, tidak ada salahnya untuk mengenakan baju Imlek satu ini. Selain nyaman, pakaian Tang juga bisa membuat tampilan Anda menjadi jauh lebih menawan di hari istimewa ini.
Baju Imlek Zhongshan Suit

pinterest.com
Zhongshan suit adalah salah satu jenis baju Imlek yang biasa dikenakan pria. Pakaian ini dulunya dikenalkan oleh Sun Yat-sen tak lama setelah berdirinya Republik Tiongkok.Saat Republik didirikan pada 1912, gaya berpakaian di China didasarkan pada pakaian Manchu (qipao dan changsan), yang diberlakukan oleh Dinasti Qing sebagai bentuk kontrol sosial. Pakaian ini dikenal melalui atasannya yang mirip jas tertutup, dengan empat buah kantung di atasan bagian depan.
Baju yang disebut sebagai jas Mao ini tidak hanya dikenakan para pemimpin komunis, para pejabat negara Asia Timur juga memakai jas ini. Pakaian ini juga dianggap orang China sebagai tandingan jas berdasi yang dikenakan orang Barat.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya