Kampanyekan Kebaya Sebagai Pakaian Harian, Dian Sastro Ungkap Tantangan yang Dihadapi

Selasa, 2 Agustus 2022 09:37 Reporter : Denny Marhendri
Kampanyekan Kebaya Sebagai Pakaian Harian, Dian Sastro Ungkap Tantangan yang Dihadapi Kampanyekan Pakai Kebaya, Dian Sastro Ungkap Tantangan yang Dihadapi. Instagram - Dian Sastro

Merdeka.com - Dian Sastrowardoyo dikenal luas sebagai salah satu aktris Indonesia yang populer. Bukan hanya soal kualitas akting, namun apa yang selalu ia suarakan tak lepas dari perhatian.

Seperti ketika pemain film Ada Apa Dengan Cinta ini mengkampanyekan pakaian tradisional. Diketahui ia gencar memamerkan potret dirinya menggunakan kebaya di berbagai kegiatan sehari-hari.

Di era modern ini, tentu tak mudah menerapkan pakaian tersebut di kesibukan yang serba cepat. Tentunya Dian Sastro juga mengalami tantangan lainnya.

2 dari 4 halaman

Daur Ulang

kampanyekan pakai kebaya dian sastro ungkap tantangan yang dihadapi

Instagram - Dian Sastro

Baru-baru ini, Dian Sastro membagikan apa yang dialaminya ketika ia mengkampanyekan kebaya di zaman yang tren pakaiannya terinspirasi budaya barat. Hal itu diungkapkan olehnya di kanal Youtube Sambel Lalap.

Pemain film Kartini itu mengaku kesulitan untuk menyandingkan kebaya sebagai pakaian nasional dengan pakaian modern yang kini digunakan semua orang di seluruh dunia. Ia mencari solusi dengan cara mendaur ulang tampilan kebaya menjadi lebih kekinian.

"Karena itu jauh lebih susah loh. Pakai baju dengan street style yang lebih internasional tuh semua orang di negara manapun pasti bisa," ungkap Dian Sastro.

"Justru baju nasional ini kan mestinya kayak baju nenek kita, baju yang ada di keluarga, bisa nggak kita daur ulang untuk bisa kita proses lagi menjadi pakaian yang look, yang baru," tambahnya.

3 dari 4 halaman

Tantang CFW

Melihat Citayem Fashion Week atau CFW sebagai fenomena yang dibicarakan hampir seluruh masyarakat modern di Indonesia, Dian Sastro memberikan tantangan kepada penggiat tren pakaian untuk memperkenalkan kebaya. Ia berharap para muda-mudi yang berlenggak itu bisa membawa kebaya menjadi sebuah tren yang tak kalah terkenal dari pakaian-pakaian yang bermunculan di CFW.

"Saya sebenarnya pengen banget sih men-challenge temen-temen dari Citayem Fashion Week untuk men-challenge diri untuk bisa mengekspresikan diri dengan gaya-gaya personal itu," kata Dian Sastro.

"Tapi juga menginkorporasi dan berbau-bau baju nasional," imbuhnya.

4 dari 4 halaman

Memadukan Pakaian Tradisional dengan Pakaian Modern

Salah satu cara yang diinisiasi Dian Sastro untuk mempopulerkan kebaya adalah dengan cara memadukan pakaian tradisional dengan pakaian modern lainnya seperti sepatu. Karena dengan ini akan ada kesempatan untuk kebaya bisa dilirik atau bahkan bisa ditiru oleh para penggiat mode di seluruh dunia.

"Kalau misalnya teman-teman dari Citayam Fashion Week ini bisa mulai mengekspresikan dirinya pakai kebaya juga pakai booth kek, sneaker itu sih (acungkan jempol). Salut aku," ucapnya.

"Yang paling unik adalah nggak ada remaja di negara lain yang bisa mengikuti dan mencontek gaya itu. Karena cuma Indonesia doang yang punya baju ini," pungkasnya.

[dem]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini