Kalah Bersaing, Begini Kondisi Sekolah Kartini di Rembang yang Mulai Terlupakan

Rabu, 21 April 2021 08:47 Reporter : Shani Rasyid
Kalah Bersaing, Begini Kondisi Sekolah Kartini di Rembang yang Mulai Terlupakan Seklah Kartini Rembang. ©Suluhpergerakan.org

Merdeka.com - Setelah resmi menjadi istri dari Bupati Rembang Joyoadiningrat, RA Kartini memiliki keseharian dengan mengajar para anak-anak putri dari bangsawan di rumah dinas bupati. Di sana, ia tak hanya mengajarkan murid-muridnya tentang baca tulis, namun juga kesenian lokal, membatik, dan menjahit.

Sejak saat itu, Kartini berkeinginan untuk membuat sebuah sekolah yang bisa menampung siswa putri lebih banyak lagi dan juga menjangkau siswa putri dari strata sosial bawah. Untuk mewujudkan ambisinya, ia menyurati jajaran pemerintah Hindia Belanda untuk bisa memberi bantuan terhadap programnya itu.

Hanya saja, keinginannya belum terwujud hingga ia meninggal dunia pada tahun 1904. Sekolah inipun baru dibangun pada tahun 1913 melalui penggalangan dana yang dilakukan Van Deventer, ahli hukum Belanda yang juga tokoh politik etis.

Akhirnya Sekolah Kartini didirikan di berbagai daerah. Salah satunya Sekolah Kartini yang berada di Kota Rembang. Lalu bagaimana nasib sekolah itu kini?

Baca Selanjutnya: Mengajarkan Nilai-nilai Kartini...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini