Upaya Pemkab Sleman Tangani Kemiskinan, Perhatikan Pendidikan hingga UMKM
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman bergegas mempercepat penanggulangan kemiskinan di wilayah setempat.
"Upaya-upaya tersebut di antaranya peningkatan pendidikan bagi keluarga miskin, menciptakan link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta menumbuhkan UMKM di kalangan keluarga miskin," ungkap Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Sleman, Jumat (27/5/2022).
Lakukan Berbagai Upaya

©2013 Merdeka.com/Arie Basuki
Pemkab Sleman melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi angka kemiskinan di wilayah setempat.
Di antaranya yakni menjamin kebutuhan dasar keluarga miskin di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial, serta pelaksanaan Jaring Pengaman Sosial (JPS).
"Masyarakat juga harus punya semangat dan mindset untuk pulih secara ekonomi. Kalau sekarang menerima bantuan, besok harus gantian bisa memberi bantuan," imbau Bupati Kustini, dikutip dari Antara.
Kerja sama Berbagai Pihak
Bupati Sleman itu menuturkan, pihaknya tidak bisa berdiri sendiri menanggulangi masalah kemiskinan. Melainkan butuh bantuan dari semua pemangku kepentingan.
Ia menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Sleman meningkat pascapandemi. Pada tahun 2020 angka kemiskinan di wilayah setempat sebesar 8,12 persen. Lalu, pada tahun 2021, angka kemiskinan di Kabupaten Sleman naik menjadi 8,64 persen.
Bupati Kustini menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Khusus kepada Badan Kerja Sama Antar-Kelurahan Unit Pengelola Kegiatan (BKAK–UPK) Kapanewon (Kecamatan) Prambanan, Bupati Sleman mengungkapkan rasa bangganya.
Bantuan Usaha

©2022 Merdeka.com
Ketua BKAK–UPK Kapanewon Prambanan Agus Pudiyanto mengungkapkan, bantuan dana sosial tersebut hasil dari pengembangan kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan diberikan kepada rumah tangga miskin.
Agus menuturkan, bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat agar bisa mengembangkan usahanya sehingga penerima manfaat meningkat kesejahteraannya.
Tahun ini, jumlah penerima dana sosial sebanyak 115 orang, terdiri atas 79 orang pemanfaat, 30 orang pengurus kelompok, dan reward kelompok untuk enam kelompok.
Agus mengatakan bahwa anggaran dana sosial bersumber dari 15 persen surplus tahun anggaran 2021 sebanyak Rp127.250.000,00.
"Ada beberapa jenis bantuan yang diserahkan, di antaranya etalase 18 buah, sepeda 11 buah, kambing 9 ekor, alat produksi 41 paket, reward kelompok untuk enam kelompok, reward pengurus kelompok untuk 30 orang, dan santunan kematian pemanfaat," ujarnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya