Pameran Pusaka Kesultanan di Museum NTB Dibuka hingga Malam, Sambut Revitalisasi

Museum NTB menyuguhkan pameran tematik “Khazanah” yang menampilkan pusaka kesultanan dan kerajaan hingga malam hari, memberikan pengalaman unik sebelum revitalisasi besar-besaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pameran Pusaka Kesultanan di Museum NTB Dibuka hingga Malam, Sambut Revitalisasi
Museum NTB menyuguhkan pameran tematik “Khazanah” yang menampilkan pusaka kesultanan dan kerajaan hingga malam hari, memberikan pengalaman unik sebelum revitalisasi besar-besaran. (AntaraNews)

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadirkan pengalaman budaya yang unik bagi masyarakat. Mereka membuka pameran tematik "Khazanah" yang menampilkan berbagai pusaka peninggalan kesultanan dan kerajaan setempat. Pameran ini dapat dinikmati hingga malam hari, menawarkan suasana berbeda bagi pengunjung.

Pembukaan pameran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "Museum Begawe" yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026. Inisiatif ini juga sekaligus menjadi bagian penting dari peringatan kemerdekaan Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026. Masyarakat diundang untuk menjelajahi kekayaan sejarah dan budaya NTB.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa penataan ulang ruang pameran ini bertujuan untuk menampilkan koleksi yang sebelumnya banyak tersimpan. Langkah ini diambil karena keterbatasan ruang pameran tetap, sehingga kini lebih banyak artefak dapat diakses publik. Pengunjung dapat menikmati koleksi museum dalam suasana malam yang tenang.

Kekayaan Regalia dari Berbagai Kesultanan

Ahmad Nuralam menegaskan bahwa penataan ulang ruang Khazanah memungkinkan museum untuk menampilkan kekayaan regalia dari berbagai kerajaan dan kesultanan di NTB. "Sekarang dengan penataan ulang ruang Khazanah, kami menampilkan kekayaan regalia dari kerajaan dan kesultanan yang ada di NTB agar bisa dinikmati oleh masyarakat," ujarnya. Koleksi ini mencerminkan sejarah panjang dan kemegahan masa lalu daerah tersebut.

Ruang Khazanah dirancang dengan 11 tata pamer yang berbeda, seperti dijelaskan oleh Ketua Tim Pengkajian Museum NTB, Bunyamin. Setiap tata pamer menampilkan beragam koleksi regalia, yaitu benda-benda yang melambangkan kekuasaan, kedaulatan, atau status kehormatan tinggi pada kerajaan dan kesultanan. Pameran ini menjadi jendela untuk memahami struktur sosial dan politik masa lampau.

Koleksi yang dipamerkan sangat beragam, antara lain:

  • Perlengkapan menerima tamu
  • Kain tenun khas Lombok dan Sumbawa
  • Perhiasan
  • Alat upacara
  • Senjata
  • Berbagai mata uang
  • Replika mahkota

Artefak-artefak ini berasal dari Kesultanan Bima-Sumbawa serta Kerajaan Bali-Lombok, menunjukkan keragaman budaya di NTB. Bunyamin mengungkapkan bahwa pameran regalia ini diarahkan untuk memperkenalkan koleksi peninggalan kerajaan dan kesultanan yang pernah berkembang di wilayah NTB.

Pengalaman "Night at Museum" dan Revitalisasi Mendatang

Dalam rangka "Museum Begawe", Museum NTB akan membuka layanannya lebih lama, yaitu dari pukul 08.00 hingga 22.00 WITA pada tanggal 21-22 Agustus. Konsep "night at museum" ini memberikan kesempatan unik bagi pengunjung untuk merasakan suasana museum yang berbeda di malam hari. Nuralam berharap pengalaman ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.

"Kami buka dari jam 8 pagi sampai 10 malam, sehingga pengunjung bisa menyaksikan suasana museum dalam kondisi tenang di malam hari. Kami memastikan bahwa menikmati museum di malam hari memberikan kesan yang lebih daripada menikmati saat pagi atau siang," kata Nuralam. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81.

Lebih lanjut, Nuralam menambahkan bahwa pameran ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati tampilan Museum NTB sebelum dilakukan revitalisasi besar-besaran. Program revitalisasi nantinya akan mengubah seluruh tampilan ruang pameran tetap secara menyeluruh di Museum NTB. Proyek ini didukung penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan, menjanjikan pengalaman museum yang lebih modern dan interaktif di masa depan.

Mengungkap Sejarah dan Budaya NTB

Bunyamin, selaku kurator pameran, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pameran regalia ini adalah untuk memperkenalkan koleksi peninggalan kerajaan dan kesultanan yang pernah berkembang di wilayah NTB. "Kami ingin memperkenalkan koleksi-koleksi peninggalan dari kesultanan dan kerajaan di wilayah NTB melalui pameran regalia tersebut," pungkasnya. Ini adalah upaya edukasi yang penting bagi generasi muda.

Melalui pameran ini, masyarakat dapat lebih memahami kekayaan sejarah dan warisan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Barat. Setiap artefak yang dipamerkan memiliki cerita dan nilai historisnya sendiri. Pameran Khazanah menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, memperkuat identitas budaya lokal.

Kehadiran pameran tematik ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap museum dan sejarah lokal. Dengan menampilkan koleksi yang beragam dan menarik, Museum NTB berupaya menjadi pusat pembelajaran dan apresiasi budaya. Ini juga mendukung upaya pelestarian warisan budaya bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi