Cara Mencegah Penularan Sifilis, Pahami Cara Penularan dan Risiko Komplikasinya
Merdeka.com - Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah jenis penyakit yang perlu dihindari dan diperhatikan dengan serius. Ini merupakan kelompok penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui kontak seksual langsung atau tidak langsung.
Dikategorikan sebagai penyakit berbahaya karena IMS memiliki berbagai konsekuensi serius terhadap kesehatan tubuh. Di mana penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang seperti infertilitas (ketidaksuburan), masalah kehamilan, kerusakan organ, meningkatkan risiko kanker serviks pada wanita, dan bahkan kematian.
Salah satu jenis IMS berbahaya yang perlu diwaspadai adalah Sifilis. Sifilis termasuk jenis infeksi menular seksual yang masih dapat tangani dengan obat-obatan. Namun, tanpa pengobatan yang baik dan tepat, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan beberapa organ tubuh mulai dari jantung, otak, otot, hingga mata.
Untuk menghindari berbagai risiko buruk terjadi, maka penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa cara mencegah penularan sifilis yang harus dilakukan. Mulai dari menjaga aktivitas hubungan seksual yang sehat, menggunakan alat pengaman seksual, hingga menghindari aktivitas seksual dengan banyak pasangan.
Selain pencegahan, Anda juga perlu memahami bagaimana cara penularan dan berbagai risiko komplikasinya. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, berikut cara mencegah penularan sifilis dan penjelasan lainnya, bisa disimak.
Pengertian dan Gejala Sifilis
Sebelum mengetahui cara mencegah sifilis, perlu dipahami terlebih dahulu apa itu sifilis dan apa saja gejalanya. Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang menyebar ketika melakukan hubungan seks vaginal, anal atau oral dengan seseorang yang memiliki infeksi tersebut.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Saat tertular infeksi sifilis, penderita biasanya akan mengalami gejala yang bervariasi tergantung pada stadium infeksi.
Pada tahap paling awal, terdapat satu atau lebih luka yang berkembang di area kelamin. Sebagian dari Anda mungkin tidak menyadarinya atau salah mengartikannya sebagai jerawat atau lesi kulit lainnya.

©2020 Merdeka.com/pixabay
Selama tahap kedua, Anda mungkin mengalami ruam dan mengalami gejala mirip flu, seperti kelelahan, demam, sakit tenggorokan, dan nyeri otot.
Setelah tahap kedua, akan gejala sifilis tersembunyi (tahap laten). Hanya karena Anda tidak memiliki gejala, bukan berarti infeksinya hilang. Satu-satunya hal yang menyembuhkan infeksi dan mencegahnya berkembang adalah konsumsi obat-obatan yang tepat.
Penyebab dan Cara Penularan
Sebelum mengetahui cara mencegah sifilis, penting dipahami penyebab dan cara penularan dari penyakit ini. Seperti disebutkan, penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, tepatnya bakteri Treponema pallidum. Orang yang terinfeksi menyebarkan bakteri melalui hubungan seks vaginal, anal atau oral.
Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui anus, vagina, penis, mulut atau kulit yang rusak. Bakteri terus menyebar ke seluruh tubuh, yang pada akhirnya dapat merusak organ tertentu.
Risiko penularan sifilis sangat tinggi, terutama pada tahap primer dan sekunder saat Anda mengalami luka, bisul, atau ruam. Bahkan bakteri ini bisa menular melalui aktivitas seksual tanpa penetrasi atau ejakulasi, yaitu ketika bagian tubuh yang menyentuh luka atau ruam penderita sifilis.
Jika menderita sifilis dan aktif berhubungan seks, Anda dapat menularkan bakteri ke pasangan. Jika hamil dan menderita sifilis, Anda dapat menularkannya ke janin. Namun perlu dipahami, Anda tidak akan tertular sifilis hanya dengan menyentuh benda-benda seperti dudukan toilet, perkakas, dan gagang pintu. Sebab bakteri sifilis tidak dapat bertahan hidup pada benda.
Risiko Komplikasi dan Cara Mencegah Sifilis
Setelah mengetahui penyebab dan cara penularannya, terakhir akan dijelaskan risiko komplikasi dan cara mencegah sifilis. Seperti disebutkan, sifilis adalah infeksi menular seksual yang dapat ditangani dengan pengobatan yang baik. Tanpa konsumsi obat yang tepat, penyakit ini dapat berkembang lebih parah dan menyebabkan risiko komplikasi.
Risiko komplikasi dari penyakit sifilis yang tidak ditangani, dapat menyebabkan kerusakan tubuh yang semakin buruk. Sifilis yang tidak diobati dapat menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan serta menyebabkan masalah pada jantung, otak, sumsum tulang belakang, dan organ lainnya.
Untuk menghindari risiko ini, lebih baik melakukan pencegahan daripada pengobatan. Terdapat beberapa cara mencegah sifilis yang perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya