Cara Membuat Catatan Kaki yang Baik dan Benar, Lengkap Beserta Contohnya
Merdeka.com - Cara membuat catatan kaki penting diketahui pelajar dan mahasiswa. Setiap membuat karya tulis ilmiah, seperti penelitian atau skripsi, pasti akan berhubungan dengan catatan kaki. Dengan adanya catatan kaki, seseorang dapat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada penulis terhadap daftar rujukan yang dimiliki.
Melansir dari Perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya, catatan kaki adalah bentuk dari keterangan atas teks karangan yang ditulis pada kaki halaman. Catatan kaki secara langsung ditulis pada halaman yang sama dengan pengutipan pada karya tulis.
Catatan kaki sendiri berfungsi untuk memberi hubungan langsung antara teks dengan catatan kaki. Selain dengan nomor-nomor penunjukkan, catatan kaki juga bisa ditulis dengan memberikan tanda bintang atau yang disebut dengan tanda aterik.
Lantas, bagaimana cara membuat catatan kaki yang baik dan benar? Berikut penjelasannya yang merdeka.com lansir dari yudharta.ac.id dan sumber lainnya:
Cara Membuat Catatan Kaki dan Contohnya

shutterstock
Cara membuat catatan kaki yang baik dan benar penting diketahui setiap pelajar dan mahasiswa. Ada beberapa langkah cara membuat catatan kaki yang perlu diketahui, yaitu:
• Cara membuat catatan kaki yang paling penting, yaitu memperhatikan urutan penulisannya yakni diawali dengan nama penulis, judul, nama penerbit, kota penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
• Menuliskan nama penulis dengan lengkap, tidak dibalik, dan tidak disertai gelar akademik.
• Cara membuat catatan kaki selanjutnya, yaitu penulisan judul dengan huruf kapital, bergaya cetak miring, garis bawah, atau cetak tebal.
• Menggunakan tanda baca koma (,) untuk memisahkan setiap unsur catatan kaki.
• Menyediakan ruang pada bagian bawah halaman sehingga margin bawah tidak kurang dari 3 cm.
• Setelah nomor penunjukkan, ketikkan setengah spasi ke bawah dan mulai tuliskan baris pertama dari catatan kaki.
• Jarak antar baris catatan kaki yakni spasi rapat.
• Sementara itu, jarak antar catatan kaki yakni spasi dua.
• Baris kedua dari setiap catatan kaki dimulai dari margin kiri.
Adapun contoh catatan kaki adadalah sebagai berikut:
Contoh Catatan Kaki dari Skripsi
Muryid Rahman, Skripsi: “Perkembangan Struktur Ekonomi Menengah Kebawah Setelah Mempelajari Kecakapan Teknologi Informasi” (Yogyakarta: UGM, 2005), Hal. 85.
Adnan Syarief, Skripsi: “Sistem Pendaftaran Praktikum Berbasi Laravel” (Yogyakarta: UMY, 2017), Hal 30.
Contoh Catatan Kaki dari Bab Buku
1. Nama depan penulis nama belakang, “Judul Bab,” dalam Judul Buku , ed. Nama depan editor Nama belakang (Tempat penerbitan: Penerbit, tahun), nomor halaman.
2. Nama belakang penulis, “Judul Bab yang Dipersingkat,” nomor halaman.Contoh:
Bob Stewart, “Wag of the Tail: Reflecting on Pet Ownership,” dalam Enriching Our Lives with Animals , ed. John Jaimeson (Toronto: Petlove Press, 2007), 87.
Stewart, “Wag of the Tail,” 88.
Cara Penulisan Catatan Kaki dari Buku
1. Nama depan penulis Nama belakang, Judul Buku, edisi. (Tempat publikasi: Penerbit, tahun), nomor halaman, URL.
2. Nama belakang penulis, Judul Buku yang Dipersingkat, nomor halaman.
Contoh:
Stephen Covey, The 7 Habits of Highly Effective People , edisi ke-3. (New York: Free Press, 1989), 75–89.
Covey, 7 Habits , 75–7.
Unsur-unsur Catatan Kaki

©2015 Picjumbo/Victor Hanacek
Catatan kaki merupakan keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Ada beberapa unsur catatan kaki yang perlu diperhatikan, antara lain:
• Nama penulis atau pengarang (editor dan penerjemah)
• Menuliskan judul buku atau karangan.
• Nama dan nomor seri buku atau karangan.
• Informasi data publikasi, seperti jilid, nomor cetakan, kota penerbit, hingga tahun terbit.
• Nomor halaman yang dikutip
Fungsi Catatan Kaki
Catatan kaki tidak hanya untuk menunjuk sumber tempat terdapatnya sebuah kutipan, tetapi dapat juga digunakan untuk memberi keterangan-keterangan lainnya. Berikut fungsi catatan kaki, di antaranya:
• Menjelaskan komentar penulis terhadap pernyataan dalam teks yang dipandang penting, tetapi tidak bisa dinyatakan bersama teks karena bisa mengganggu alur tulisan.
• Sebagai keterangan mengenai suatu hal yang dikemukakan dalam karangan ilmiah di halaman.
• Menunjukkan sumber lain yang membicarakan yang sama. Catatan kaki ini biasanya menggunakan kata-kata seperti bandingkan..., lihat.... dan sebagainya. Penggunaan ungkapan ini perlu konsisten dan benar.
Tujuan Catatan Kaki
Secara umum, tujuan catatan kaki, yaitu memberikan informasi singkat apa yang tertulis di halaman tersebut. Catatan kaki ditulis bersama dengan nomor-nomor penunjukkan. Berikut tujuan catatan kaki, antara lain:
Menyusun Pembuktian
Tujuan catatan kaki yang pertama, yaitu untuk menyusun pembuktian. Semua dalil atau pernyataan penting, harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Pembuktian ini bisa dibeberkan dalam teks, bisa juga dimasukkan dalam catatan kaki atau kedua-duanya.
Menyatakan Utang Budi
Tujuan catatan kaki selanjutnya, yaitu menyatakan utang budi. Sebuah catatan kaki wajib dibuat untuk setiap pernyataan atau pendapat yang penting, baik kutipan langsung maupun tidak langsung.
Dengan menyebut nama pengarang, sekurang-kurangnya kita dapat menyatakan budi kepada pengarang tersebut. Sebailiknya, semua yang sudah diketahui semua pembaca, tidak perlu diberi catatan kaki.
Menyediakan Referensi
Catatan kaki juga bertujuan untuk menyediakan referensi untuk bagian lain dari tulisan tersebut. Dalam bagian ini, penulis memberi catatan untuk melihat atau memeriksa uraian pada halaman atau bab lain sebelumnya.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya