Pada Hari Kamis (4/8) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan kunjungan kerja ke Boyolali. Dalam perjalanan pulang setelah kunjungan kerja itu, dia mampir di Warung Iga Pak Wid.
Saat Ganjar tiba di sana, ada dua pengamen yang sedang memainkan sebuah lagu. Dia adalah Sutrisno dan Ngoto. Kedua pemusik itu sudah memainkan musik campur sari dan dangdut di depan warung.
Ganjar yang sedang menunggu makan siang disiapkan, terlihat menikmati lantunan musik kedua musisi jalanan itu. Bahkan saat mereka berhenti bermain, Ganjar langsung protes dan request lagu.
“Kok berhenti? Nyanyi lagi. Lagu Bojo Galak. Kalau tidak bisa ya yang lainnya,” minta Ganjar pada dua pengamen itu. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Ganjar Hanyut dalam Lagu
Menanggapi permintaan Ganjar, Sutrisno langsung menggerakkan jemarinya memetik senar ukulele diikuti Ngoto yang memainkan cello.
Mendengar permintaannya dipenuhi, Ganjar kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pemusik itu. Hal itu berlangsung sampai makanan pesanan Ganjar siap di atas meja. Bahkan pengunjung lain yang ingin masuk warung sempat ragu melihat Ganjar duduk di pintu.
“Silakan masuk, Bu. Tidak apa-apa,” ujar Ganjar sambil mempersilakan pengunjung itu masuk. Setelah itu Ganjar ikut beranjak menuju meja makannya sambil makan siang.
Advertisement
Perasaan Pengamen
Selesai menyantap sop iga, Ganjar kembali keluar dan duduk di depan pemusik itu. Ia tampak meminta beberapa lagu sebelum akhirnya pamit pulang.
Ngoto dan Sutrisno mengaku sangat senang dapat bermain musik dan ditonton langsung dari dekat oleh Ganjar. Mereka melihat Ganjar sebagai sosok yang ramah dan sangat dekat dengan orang kecil.
“Gembira sekali bisa bertemu sama Pak Ganjar. Beliau sangat perhatian. Kalau sama orang kecil tidak sombong. Tadi request banyak. Ada Caping Gunung sama lagu Didi Kempot yang judulnya Sewu Kutho,” kata Sutrisno.