Belasan Ekor Ular Hijau Teror Warga di Solo, Begini Kronologinya
Merdeka.com - Sebuah lapangan yang berada di Kampung Sewu, Jebres, Kota Solo terlihat tak terurus dan dipenuhi semak belukar. Melihat kondisi itu, warga di sekitar lapangan berinisiatif untuk melakukan pembersihan semak yang memenuhi seluruh bagian lapangan. Mereka khawatir, kondisi lapangan yang tak terurus bisa membuatnya menjadi habitat berkembang biaknya segala macam jenis ular, termasuk ular berbisa.
Untuk mengantisipasi kemunculan ular saat kerja bakti itu, mereka mengundang tim komunitas ular Exalos Indonesia untuk membantu jalannya kerja bakti.
“Kerja bakti kami lakukan bersama warga sekitar. Kami kerahkan enam personel untuk membantu kegiatan warga, termasuk saya sendiri. Benar saja, dari pagi sampai siang kami berhasil evakuasi 11 ekor ular,” kata Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, dikutip dari Liputan6.com pada Senin (8/3). Berikut selengkapnya:
Ular yang Ditemukan

©2021 Liputan6.com
Janu menerangkan, ular yang ditemukannya itu merupakan ular hijau ekor merah. Menurutnya, ular itu merupakan jenis ular dari keluarga viper dan memiliki bisa yang tinggi.“Bila melihat ular ini segera menjauh. Jangan buat mainan,” tegas Janu dikutip dari Liputan6.com.
Lokasi Temuan Ular

©generasibiologi.com
Menurut Janu, semak belukar itu tumbuh liar di lapangan karena tempat itu sudah jarang digunakan. Untungnya belum pernah ada korban atau masyarakat yang digigit ular di sana. Apalagi, bisa ular cukup berbahaya bagi manusia. Tercatat dalam kerja bakti itu, ada 11 ekor ular berbisa yang berhasil dievakuasi.
“Ular-ular itu sebenarnya ditemukan di tempat yang sebenarnya diperuntukkan bagi penonton sepak bola ketika ada pertandingan dan di bagian tribun. Namun ular yang kami temukan merupakan ular berbisa tinggi,” ujar Janu.
Nasib Ular Setelah Tertangkap

©2015 Merdeka.com
Setelah tertangkap, 11 ekor ular itu selanjutnya dibawa ke basecamp Exalos Indonesia di Markas Brigif 6/2 Kostrad Palur. Setelah itu, ular-ular itu rencananya akan dilepaskan ke habitat yang jauh dari pemukiman warga.
“Dari 11 ekor ular itu ada dua ekor yang merupakan induk. Jadi kemungkinan ular-ular itu berkembang biak di lapangan ini. Kondisi ini terjadi karena lapangan dipenuhi semak belukar,” jelas Janu.
Temuan Ular di Tempat Lain

Instagram/@omg.indonesia.id ©2020 Merdeka.com
Pada Jumat (5/3), tim Exalos Indonesia juga berhasil mengevakuasi ular piton sepanjang tiga meter yang terlihat di halaman rumah warga di Sumber, Banjarsari, Kota Solo.
Atas banyaknya temuan ular khususnya di Kota Solo dan sekitarnya, Janu mengatakan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk penangkapan ular bisa menghubungi personel Exalos Indonesia. Selama musim penghujan ini, tim Exalos Indonesia beberapa kali menemukan ular yang muncul di lingkungan pemukiman warga.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya