Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

9 Gejala Liver pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya

9 Gejala Liver pada Anak yang Perlu Diwaspadai, Begini Cara Mengatasinya Ilustrasi Anak Sakit Perut. ©scholastic.com

Merdeka.com - Liver atau yang juga dikenal sebagai penyakit hati merupakan kondisi gangguan hati yang menyebabkan organ ini tidak dapat berfungsi dengan baik. Hati merupakan organ yang dapat melakukan regenerasi dengan cepat untuk mengganti sel-sel yang rusak. Sehingga apabila sel-sel yang rusak banyak, maka dapat mengganggu fungsi dan kinerja hati.

Melansir dari Medical News Today, liver disebabkan oleh infeksi parasit dan jamur. Sehingga hal ini mengakibatkan liver tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Seseorang yang mengalami penyakit hati biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti kulit dan mata tampak menguning dan perut terasa nyeri dan bengkak.

Di samping itu, mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan hati juga dapat menyebar melalui darah atau urine atau bersentuhan dekat dengan penderita. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Sehingga orang tua harus lebih waspada ketika mengetahui anak memiliki gejala liver.

Lantas, apa saja gejala liver pada anak dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari Healthline berikut:

Gejala Liver pada Anak

ilustrasi anak sakit perut

©Daily Mail

Hati berperan penting dalam mencerna makanan dan menyingkirkan zat beracun di dalam tubuh. Selain itu, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi bagi tubuh saat menjalani aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, apabila anak mengalami gangguan penyakit hati maka dapat menimbulkan luka pada jaringan hati.

Anak yang mengalami penyakit hati dapat ditandai dengan beberapa gejala, di antaranya sebagai berikut:

1. Gejala sakit liver pada anak yang pertama ialah nyeri perut dan bengkak

2. Seseorang yang mengalami gejala sakit liver akan kehilangan selera makan

3. Warna urin menjadi lebih pekat

4. Kulit terasa gatal

5. Kulit dan mata nampak kekuningan

6. Sering merasakan mual dan muntah

7. Terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki

8. Perut membesar dan bengkak

9. Mudah memar atau mimisan

Penyebab Sakit Liver pada Anak

ilustrasi anak sakit perut

©Shutterstock.com/sunabesyou

Seperti yang sudah diketahui, hati merupakan organ yang bisa melakukan regenerasi dengan cepat untuk mengganti sel-sel rusak. Namun, jika sel-sel yang rusak banyak, hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Tak hanya orang dewasa, penyakit liver juga bisa dialami anak-anak dan bayi.

Ada beberapa penyebab sakit liver yang biasa dialami oleh penderita, salah satunya adalah mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Hal ini karena alkohol bersifat toksik yang bisa menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan. Selain itu ada beberapa penyebab lainnya, diantaranya sebagai berikut:

Obesitas

Salah satu penyebab liver pada anak adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Dalam kondisi normal, sel-sel hati seharusnya hanya mengandung sedikit lemak. Sehingga, kelebihan lemak di sel-sel hati dapat menyebabkan gangguan liver.

Kanker Hati

Kanker hati menjadi salah satu jenis penyakit hati yang paling umum terjadi. Penyakit ini merupakan kanker yang berasal dari bagian lain dalam tubuh yang menyebar ke organ tubuh. Seseorang yang menderita kanker hati biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti urine berwarna gelap, sakit kuning hingga pembengkakan pada organ hati.

Hepatitis

Hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit hati yang paling umum terjadi. Jenis penyakit hati ini disebabkan karena terjadi peradangan di hati yang disebabkan oleh virus hepatitis . Umumnya, hepatitis terjadi karena sering mengonsumsi obat-obatan atau kelebihan dosis.

Cara Mencegah Sakit Liver pada Anak

Liver merupakan gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati. Sehingga hal ini dapat menimbulkan kerusakan hati dan memicu luka pada jaringan organ hati. Penyakit hati apabila tidak segera diatasi maka dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Sebelum terlambat, sebaiknya melakukan beberapa upaya pencegahan berikut ini:

1. Melakukan imunisasi untuk melindungi penyakit hepatitis.

3. Mengonsumsi obat-obatan yang sesuai dosis.

4. Mengurangi konsumsi seafood mentah.

5. Menjaga berat badan ideal.

6. Menggunakan masker dan lengan panjang, hal ini untuk mencegah penularan dari penderita.

7. Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat dan segar dan olahraga secara teratur.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP