Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali, Begini Cara Mengatasinya

6 Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali, Begini Cara Mengatasinya Ilustrasi anak makan. thehealthsite

Merdeka.com - Tantangan yang paling sering dialami orang tua adalah saat anak tidak mau makan sama sekali. Meski menjadi masalah biasa, namun jika anak tidak mau makan dalam jangka waktu tertentu dapat membahayakan kesehatan si kecil. Maka dari itu, orang tua harus tahu mencari cara yang tepat untuk mengatasinya.

Umumnya, anak yang berusia dua hingga lima tahun, acap kali kehilangan selera makan. Tentu saja hal ini bisa jadi masalah bagi orang tua terutama ketika anak enggan dalam waktu lama.

Ada banyak faktor penyebab anak tidak mau makan sama sekali yang perlu diketahui setiap orang tua. Beberapa penyebab anak tidak mau makan sama sekali antara lain cacingan, sedang sakit, dan gangguan pencernaan. Berikut beberapa penyebab anak tidak mau makan sama sekali yang dilansir dari Mom Junction:

Sedang Sakit

ilustrasi anak sakit perut

©Daily Mail

Salah satu penyebab anak tidak mau makan sama sekali yang paling utama, yaitu karena sedang sakit. Biasanya, saat anak merasa demam, flu, atau diare akan menyebabkan hilangnya selera makan secara signifikan. Maka dari itu, ada baiknya orang tua segera membawanya periksa ke dokter.

Cacingan

Cacingan juga bisa menjadi penyebab anak tidak mau makan sama sekali. Cacingan sendiri merupakan penyakit infeksi parasit cacing yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke dalam usus.

Biasanya, anak yang mengalami cacingan akan merasakan beberapa gejala, seperti batuk, napas terasa sesak, mual, muntah, dan tidak mau makan. Apabila Si Kecil memiliki beberapa gejala tersebut, segera periksa ke dokter.

Anoreksia Nervosa

Penyebab anak tidak mau makan sama sekali selanjutnya yaitu, anoreksia nervosa. Umumnya, anak yang memiliki gangguan anoreksia nervosa ditandai dengan rasa takut yang berlebihan bila berat badan bertambah. Selain itu, penderita anoreksia nervosa juga terobsesi memiliki bentuk tubuh yang kurus.

Pada anak-anak, gangguan anoreksia nervosa bisa menyebabkan ketidak seimbangan genetik dan menurunnya berat badan akibat anoreksia. Hal ini juga bisa ditandai dengan anak yang menghindari makanan tertentu dan berolahraga lebih keras dibanding biasanya.

Gangguan Pencernaan

ilustrasi anak sakit perut

©Shutterstock.com/sunabesyou

Pencernaan yang tidak lancar pada anak bisa berujung pada konstipasi dan menyebabkan kehilangan selera makan. Pencernaan yang tidak lancar ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti didikan orang tua terlalu keras, faktor makanan, dan ketakutan mencoba makanan baru.

Umumnya, hilangnya selera makan pada anak ini merupakan hal yang biasa terjadi pada usia tertentu. Namun, ketika anak tidak mau makan sama sekali dan terjadi dalam waktu lama, bisa berdampak buruk bagi kesehatannya. Maka dari itu, sebaiknya segera minta pertolongan ke dokter.

Merasa Tertekan

Seorang anak yang merasa tertekan di lingkungan keluarga juga bisa menjadi penyebab anak tidak mau makan sama sekali. Biasanya, anak akan menarik mundur dan menolak makan kerana beberapa hal, seperti orang tua yang selalu mengawasi gerakannya, terus menyodorkan makanan, dan masih banyak lagi.

Bosan

Penyebab anak tidak mau makan selanjutnya adalah bosan. Tidak hanya orang dewasa, anak juga memiliki rasa bosan dengan makanan yang disajikan. Kebiasaan memberinya makan yang itu-itu saja, bisa membuat anak merasa cepat bosan dan tidak mau makan. Oleh sebab itu, sebaiknya orang tua memiliki kontrol untuk mengatur makanan apa yang harus dimakan si kecil.

Cara Mengatasi Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali

Bagi anak-anak, makan termasuk proses belajar dan eksplorasi. Untuk menambah selera makan pada anak yang susah makan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi penyebab anak tidak mau makan, di antaranya:

• Buatlah jadwal makan yang tetap, yaitu 3 kali waktu makan utama dan 2 kali makan cemilan setiap harinya.

• Biarkan anak makan sendiri dan berikan makanan yang mudah dipegang dan dimasukkan ke dalam mulutnya.

• Adakan acara makan keluarga secara rutin dan biarkan Si Kecil melihat orang sekitarnya mengonsumsi beragam jenis makanan sehat.

• Berikan makanan untuk anak dalam porsi kecil terlebih dahulu dan puji si kecil ketika berhasil menghabiskannya.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP