6 Manfaat Permainan Tradisional Berdasarkan Jenisnya, Perlu Diketahui
Merdeka.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang beraneka ragam. Selain itu, negara dengan iklim tropis ini juga memiliki budaya, tradisi, serta adat istiadat yang terkenal luas hingga mancanegara. Salah satu kekayaan tradisi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah permainan tradisional.
Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki permainan tradisional yang beraneka ragam, seperti petak umpet, cublak-cublak suweng, hingga gobak sodor. Permainan tradisional ini di samping menarik dan seru saat memainkannya, juga memiliki nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa manfaat permainan tradisional ini yang didapatkan yaitu melatih kekompakan, kebersamaan, gotong royong, hingga saling menghargai. Berikut beberapa manfaat permainan tradisional yang merdeka.com rangkum dari Liputan6.com:
Lompat Tali

©2016 Merdeka.com
Lompat tali merupakan permainan tradisional Indonesia yang umumnya sering dilakukan anak perempuan. Jumlah pemain lompat tali minimal dilakukan tiga orang. Di mana dua orang pemain membentangkan dan memegang tali, sementara pemain lain harus melewati atau melompat tanpa menyentuh tali tersebut.
Aturan dalam permainan ini yaitu dua orang pemegang tali mengatur tingginya tali setinggi lutut, setelah itu pelompat harus berhasil melewati tali tersebut. Apabila pelompat berhasil melewatinya, maka tinggi tali akan dinaikkan menjadi seperut, sedada, hingga di atas kepala. Namun apabila pelompat tali gagal melewati, maka dia harus bergantian memegang tali.
Selain seru dan menyenangkan, lompat tali juga memiliki nilai-nilai yang baik untuk kehidupan sehari. Beberapa manfaat permainan tradisional lompat tali, antara lain melatih ketangkasan, keseimbangan tubuh, dan kekompakan.
Cublak-cublak Suweng
Cublak-cublek suweng merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Permainan ini membutuhkan jumlah peserta lebih dari dua orang, di mana salah satu pemain membungkuk dan menghadap ke bawah dengan mata terpejam.
Kemudian pemain lainnya meletakkan tangan di atas punggung pemain yang membungkuk lalu memindahkan kerikil yang digenggamnya dan menyanyikan lagu cublak-cublak suweng.
Setelah lagu cublak-cublak suweng selesai dinyanyikan, maka salah satu pemain yang memindahkan kerikil tersebut harus menyembunyikan benda tersebut. Sementara itu, pemain yang membungkuk harus menebak siapa di antara pemain yang memegang atau menyembunyikan kerikil tersebut. Adapun manfaat permainan tradisional ini, yakni melatih kepekaan, kejujuran, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Egrang

©2020 Merdeka.com
Egrang merupakan permainan tradisional yang menggunakan batang bambu. Permainan ini diperlukan keahlian khusus, pasalnya menaiki egrang tidak semudah yang dibayangkan. Sehingga bagi para pemula, sebelum berjalan menggunakan egrang sebaiknya berlatih menaiki egrang terlebih dahulu.
Apabila seseorang telah berhasil berjalan menggunakan egrang, biasanya mereka akan melakukan lomba lari di atas egrang. Sehingga permainan ini akan terlihat semakin menarik dan seru. Selain itu, bermain egrang juga memiliki manfaat untuk kehidupan sehari-hari, seperti melatih keberanian, keseimbangan badan, dan menjaga kesehatan tubuh.
Engklek
Engklek merupakan permainan tradisional yang cukup digemari anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki. Ada beberapa jenis petak yang biasa digunakan untuk bermain engklek, seperti bentuk huruf L, kincir angin hingga berbentuk gunung.
Aturan permainan engklek yaitu terlebih dahulu pemain melempar koin ke kotak yang paling dekat, kemudian pemain harus melewati petak tersebut dan tidak boleh menginjak koin yang telah dilemparnya. Setelah itu pemain kembali ke garis awal dan mengambil koin tersebut, lalu melanjutkan melempar ke kotak berikutnya.
Ada beberapa manfaat permainan tradisional engkel, yaitu melatih kematangan sosial dengan teman sebaya. Dengan begitu, anak akan lebih mudah bersosialisasi dengan orang-orang yang hidup di lingkungan sekitar.
Petak Umpet

©2020 Merdeka.com
Permainan tradisional yang cukup mudah dilakukan ialah petak umpet. Hampir setiap anak yang tinggal di Indonesia pasti pernah bermain petak umpet.
Aturan permainan ini yaitu salah satu pemain harus menjaga pos dengan mata terpejam, sementara pemain lainnya harus bersembunyi di tempat yang paling aman. Setelah beberapa hitungan, penjaga pos harus mencari pemain yang bersembunyi.
Petak umpet juga memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. Petak umpet dapat melatih perkembangan psikologis, otot, memori, dan kepemimpinan. Dengan bermain petak umpet, dapat meningkatkan memori dengan memelajari angka-angka bersama sambil mengingat instruksi permainan, terutama jika ada lebih banyak orang yang bermain.
Gobak Sodor
Permainan tradisional yang sangat populer di indonesia berikutnya ialah gobak sodor. Sebelum melakukan permainan ini, para pemain terlebih dahulu harus membuat garis kotak-kotak yang nantinya akan menjadi daerah salah satu kelompok saat menjadi penjaga.
Umumnya permainan ini dibagi menjadi dua kelompok, di mana setiap kelompok minimal berjumlah tiga orang. Satu kelompok bertugas sebagai penjaga kotak atau daerah tersebut, sementara kelompok lainnya yang disebut penyerang harus mampu melewati daerah tanpa bersentuhan dengan kelompok penjaga.
Permainan ini akan semakin seru apabila penjaga berusaha untuk menangkap kelompok penyerang, sementara kelompok penyerang berusaha menghindarinya. Apabila penyerang bersentuhan dengan penjaga kotak, maka harus bergantian sebagai penjaga.Selain menyenangkan, bermain gobak sodor juga dapat melatih kerja sama, kepemimpinan, mengasah kemampuan otak, dan meningkatkan ketangkasan. Maka dari itu, sudah seharusnya para orang tua untuk mengenalkan permainan tradisional ini kepada anak.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya