5 Masalah PSS Sleman Menjelang Kompetisi Liga 1 Bergulir
Merdeka.com - Kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia Shopee Liga 1 akan bergulir pada Sabtu (29/2). Namun di saat kompetisi hendak bergulir, Klub PSS Sleman justru dilanda sejumlah masalah. Masalah itu bermula saat pemecatan pelatih PSS musim lalu, Seto Nurdiyantoro.
Dipecatnya Seto yang dinilai mampu membuat PSS bermain bagus itu justru membuat fans marah. Muncul perlawanan dari kelompok supporter PSS Brigata Curva Sud (BCS) agar manajemen klub membatalkan putusan tersebut.
Namun nasi telah menjadi bubur. Manajemen telah menunjuk mantan asisten pelatih timnas era Luis Milla, Eduardo Perez, sebagai pelatih baru. Sementara pelatih Seto Nurdiyantoro yang digadang-gadang akan menjadi staff pelatih di timnas justru menyeberang ke klub rival, PSIM Yogyakarta.
Masalah seakan belum berhenti di mana pelatih yang baru ditunjuk, Eduardo Perez tiba-tiba saja mengundurkan diri. Berikut adalah 5 masalah yang melanda internal klub PSS Sleman menjelang kompetisi dimulai.
Hengkangnya Sejumlah Pemain Pilar

ÂLiga-Indonesia.id/ ilustrasi
Pada musim 2019 Shopee Liga 1, PSS Sleman dinilai menghadirkan permainan yang bagus dan menghibur. Pujian hadir dari berbagai pihak kepada pelatih Seto Nurdiyantoro yang dinilai mampu mengangkat performa tim yang sama sekali tidak diperkuat para pemain berlabel bintang.
Beberapa pemain justru mulai bersinar saat itu. Ada Haris Tuharea di sektor pemain sayap, ada Brian Ferreira di sector pemain tengah. Ada pula Kushedya Hari Yudo di sektor pemain depan. Ketiga pemain itu bersinar sewaktu membela PSS Sleman.
Namun ketiga pemain ini kini meninggalkan PSS Sleman menyeberang ke klub-klub rival. Brian dan Haris menyeberang ke Madura United. Sementara Kushedya menyeberang ke Arema FC.
Seto Nurdiyantoro Dipecat

2020 bola.com/Seto Nurdiyantoro
Dipecatnya Seto Nurdiyantoro mengejutkan banyak pihak, salah satunya pihak suporter. Mereka menginginkan mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta itu untuk tetap melatih PSS musim ini. Namun justru manajemen PSS langsung bertindak dengan mengontrak mantan asisten Luis Milla di timnas Indonesia, Eduardo Perez.
Mengenai hal ini Seto Nurdiyantoro mengaku tidak terlalu pusing. Kalau sudah diperkenalkan berarti sudah pasti. "Ya mungkin manajemen memberi tahu kepada saya dengan cara seperti itu," ujar Seto seperti dilansir Bola.com pada 15 Januari 2020.
Belum Menentukan Investor
Sampai saat ini, manajemen PSS Sleman belum mengumumkan siapa investor baru mereka. Sebelumnya pemilik saham mayoritas PSS, Soekeno memilih menarik sahamnya dari PSS Sleman pada 19 Januari 2020 lalu. Pada musim lalu, Soekeno memiliki 68 persen saham PSS Sleman dan ingin menjualnya ke investor baru.
"Saya sudah pamit kepada semua elemen di PSS, termasuk suporter. Tentunya saya ingin PSS yang kini bisa mendapatkan investor yang jauh lebih bagus dari sebelumnya," kata Soekeno dilansir Bola.com (18/1/2020).
Tidak Ada Launching Tim dan Jersey

Liputan6.com/Johan Tallo/ ilustrasi
Satu hari menjelang bergelarnya kompetisi, PSS Sleman belum melakukan launching tim. Bahkan belum ada kejelasan kapan launching itu akan digelar.
Pelatih Eduardo Perez Mundur

2020 bola.com/Eduardo Perez
Hal yang paling mengejutkan publik PSS terjadi pada 24 Februari 2020 silam, tepat satu minggu sebelum kompetisi bergulir. Pelatih PSS Sleman yang menggantikan Seto Nurdiyantoro, Eduardo Perez mundur dari kursi kepelatihan.
Belum ada kejelasan dari klub apa yang membuat Eduardo Perez mundur. Sang pelatih juga belum memberikan keterangan. Selama PSS dilatih Eduardo Perez, PSS menuai hasil negatif saat beruji coba dengan sesame calon tim dari liga 1. Mereka kalah 0-2 dari Persib Bandung dan ditahan imbang Persipura Jayapura di kendang sendiri.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya