5 Fakta Carica, Buah Ajaib Khas Dieng yang Segar dan Kaya Khasiat
Merdeka.com - Carica atau Pepaya Gunung merupakan buah khas Dataran Tinggi Dieng. Bila wisatawan pergi ke sana, banyak penjual menawarkan buah yang satu ini. Hanya saja, saat dijual kebanyakan buah itu telah dibuat beraneka macam kuliner seperti kripik dan minuman.
Dilansir dari Caricaku.com, buah yang memiliki nama latin Vasconcella Cundinamarcencis itu tumbuh subur di kawasan dieng yang memiliki tinggi 1.500-3.000 mdpl itu. Apabila berkunjung ke Dieng, wisatawan akan mudah menemukan pohon carica yang memiliki tinggi dua-tiga meter itu di pekarangan warga.
Buah Carica yang berada di pohon itu memang mirip pepaya, namun ukurannya lebih kecil. Berikut ini adalah 5 fakta Carica, buah ajaib khas Dieng yang segar dan kaya khasiat.
Berasal dari Dataran Tinggi Andes

©2020 liputan6.com
Buah Carica sebenarnya bukan asli Indonesia. Buah itu pertama kali dibawa oleh penjajah Belanda pada masa Perang Dunia II dari dataran tinggi Andes, Amerika Selatan. Penjajah Belanda pada waktu itu memilih Dieng untuk uji coba karena buah itu hanya bisa beradaptasi di daerah yang memiliki ketinggian 1.500-2.000 mdpl.
Dari sejumlah daerah yang memiliki kriteria tersebut, hanya Dieng dan Bedugul Bali yang menjadi tempat buah itu bisa tumbuh subur. Di Bali sendiri, buah itu diberi nama Gedang Memedi. Hanya saja di Bali buah itu kurang dibudidayakan.
Berbuah Sepanjang Tahun

©2020 Merdeka.com
Di Dataran Tingi Dieng, pohon Carica berbuah sepanjang tahun. Namun puncaknya adalah pada Maret-April. Dilansir dari Indonesia.go.id, pada saat itu puluhan buah Carica yang berukuran sekepalan tangan berbuah berdesakan di batang pohon.
Pohon itu pula mudah dijumpai di ladang-ladang lereng bukit, pekarangan rumah penduduk, dan kebun yang ada di sana. Kebanyakan dari Carica itu kemudian diolah oleh penduduk sekitar menjadi produk-produk kuliner baru seperti selai, jus, dan manisan.
Perkembangan Bisnis Carica

©Wikipedia.org
Seiring waktu, penjajah Belanda membudidayakan Carica sebagai bahan farmasi. Waktu itu getah dan buahnya memang dipercaya mengandung bahan kimia yang berguna untuk obat dan kosmetik. Namun saat gantian Jepang menjajah Indonesia, buah itu tak lagi memiliki nilai ekonomis.
Namun pada tahun 1980-an, bisnis Carica mulai menggeliat. Secara perlahan, manisan itu diterima oleh pasar lokal dan berkembang hingga saat ini. Seiring waktu buah itu menjadi jajanan khas daerah kabupaten Wonosobo. Keberadaannya hanya dapat ditemui di Dieng.
Oleh-Oleh Khas Wonosobo

©Pertanian.go.id
Kebanyakan dari buah Carica itu kemudian diolah menjadi manisan. Manisan Carica menjadi maskotnya Kota Wonosobo. Dilansir dari Indonesia.go.id, manisan Carica dari Wonosobo itu mempunyai rasa yang khas. Rasa manisnya rata dari ujung ke ujung lidah.
Selain itu, aromanya harum dan rasanya segar. Tak hanya itu, olahannya pun juga higenis dan dikemas dalam berbagai bentuk kemasan yang bisa tahan hingga 6 bulan hingga 2 tahun. Berbagai produk olahan Carica di Wonosobo diproduksi oleh tak kurang dari 30 UMKM.
Buah Ajaib yang Kaya Khasiat

©Pertanian.go.id
Dilansir dari Caricaku.com, Buah Carica memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh. Karena khasiatnya itu, tidak sedikit wisatawan datang ke Dieng hanya untuk menikmati buah tersebut. Beberapa khasiat buah ini di antaranya:
- Bisa menjadi obat penyakit kulit dan kosmetik
- Daunnya bisa digunakan untuk mengempukkan daging
- Kandungan Vitamin A di dalamnya bisa menjaga kesehatan mata
- Kandungan Vitamin B bisa membantu metabolisme tubuh
- Vitamin E yang terdapat di dalamnya bisa menjaga kesegaran kulit
- Zat Agrinin yang ada di sana juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama kanker payudara.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya