Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Potret Megah Masjid Agung Cilacap, Dibangun Keturunan Sunan Kalijaga

4 Potret Megah Masjid Agung Cilacap, Dibangun Keturunan Sunan Kalijaga Masjid Agung Cilacap. ©jatengprov.go.id

Merdeka.com - Suasana Masjid Agung Darussalam Cilacap begitu meriah saat memasuki bulan suci Ramadan. Saat salat tarawih, masjid itu selalu dipadati jemaah.

Walaupun padat jemaah, suasana masjid tetap terasa nyaman. Selain sirkulasi udara yang mendukung, arsitektur masjid itu juga memesona. Hal inilah yang membuat para jemaah bisa melaksanakan salat dengan khusyuk.

Di samping kemegahan dan kenyamanannya, Masjid Agung Darussalam Cilacap punya banyak sisi keunikan. Apa saja? Berikut selengkapnya:

Dibangun Keturunan Sunan Kalijaga

masjid agung cilacap

©jatengprov.go.id

Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam Cilacap, KH Muslihun Ashari, mengatakan bahwa berdasarkan sejarah yang ia ketahui, masjid yang ia kelola itu merupakan masjid tua. Dalam kesempatan itu, KH Muslihun memperlihatkan angka Arab yang tertera pada badan beduk masjid yang tertulis 1776.

Dia menjelaskan bahwa angka itu menunjukkan tahun pembuatan masjid, yaitu tahun 1776 Masehi. Dengan kata lain masjid itu telah berusia 2 abad.

Ia menambahkan, masjid itu didirikan oleh keturunan dan murid Sunan Kalijaga, yaitu Kiai Husein dan Kiai Kali Ibrahim. Mereka mendirikan masjid saat Cilacap belum menjadi kabupaten seperti sekarang.

Banyak Tiang Penyangga

masjid agung cilacap

©jatengprov.go.id

KH Muslihun mengungkapkan, Masjid Agung Darussalam Cilacap punya keunikan lain, yaitu jumlah tiang yang berbeda dengan masjid lainnya. Biasanya, masjid-masjid lain memiliki empat tiang saka guru. Tapi tiang di masjid itu jumlahnya lebih banyak.

“Di masjid ini, tiangnya ada 22, plus tiang yang ada di sekitar masjid. Jumlah totalnya ada 36 tiang,” kata KH Muslihun.

Pertahankan Ciri Khas

masjid agung cilacap

©jatengprov.go.id

Karena usianya yang tua, tempat ibadah itu termasuk bangunan cagar budaya. Meski telah beberapa kali direhab, namun masjid itu tetap mempertahankan ciri khas. Salah satunya adalah bentuk atap masjid yang secara sekilas mirip atap Masjid Agung Demak.

“Mungkin karena pendirinya tak lepas dari cucu pendiri Masjid Kadilangu Demak, yang tak lain adalah Sunan Kalijaga,” ungkap KH Muslihun, mengutip dari Jatengprov.go.id pada Selasa (12/4) lalu.

Ramai di Bulan Ramadan

masjid agung cilacap

©jatengprov.go.id

Pada Bulan Ramadan ini, Masjid Agung Darussalam Cilacap selalu ramai dengan berbagai kegiatan antara lain pengajian jelang berbuka puasa, pengajian jelang salat tarawih, tadarus, penyediaan takjil, dan kajian bakda salat subuh.

“Di Bulan Ramadan yang suci ini, kami mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid,” pungkas KH Muslihun.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP