4 Potret Kemeriahan Hari Raya Waisak di Borobudur, Ribuan Lampion Diterbangkan
Merdeka.com - Setelah dua tahun diselenggarakan secara terbatas karena pandemi, pada 2022 ini, perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur dapat kembali diadakan secara meriah.
Pada malam perayaan itu, sekitar 2.000 lampion diterbangkan. Ketua panitia Penerbangan Lampion Waisak 2566 BE di Candi Borobudur, Agus Jaya, mengatakan bahwa penerbangan lampion itu dibagi menjadi dua kelompok.
“Penerbangan lampion pertama dilakukan pukul 19.30 WIB dan penerbangan kedua sekitar pukul 22.00,” kata Agus dikutip dari ANTARA pada Senin (16/5).
Tak hanya pesta lampion, perayaan Waisak kali ini juga diisi oleh acara-acara lain yang tak kalah seru. Apa itu? Berikut selengkapnya:
Lampion dari Thailand

©Instagram/@jelajahborobudur
Agus mengatakan, masing-masing lampion yang diterbangkan berdiameter 90 centimeter dan tinggi satu meter. Lampion itu didatangkan jauh-jauh dari Thailand.
“Ukuran dan bahan lampion itu standar yang sangat aman, karena bahannya dari kertas khusus dan kerangkanya dari bambu. Pada saat ketinggian tertentu dan sumbunya menyala kita akan lebih sempurna, terbang melaju dengan ketinggian tertentu dan akhirnya terbakar, sehingga ‘clear’,” kata Agus.
Makna Penerbangan Lampion

©Instagram/@jelajahborobudur
Agus mengatakan bahwa setiap perayaan Waisak memang selalu ada pelepasan lampion karena kegiatan ini merupakan ritual dari perayaan Waisak yang diselenggarakan Walubi. Ia menegaskan penerbangan itu sudah dapat izin dan dia menjamin saat lampion diterbangkan sudah tidak ada penerbangan udara.
“Makna penerbangan lampion ini universal sekali. Karena bukan dari umat Buddha saja yang bisa ikut, tapi semua agama bisa duduk bareng di sini. Kami berdoa di candi agung ini banyak yang berjodoh, makanya acara penerbangan lampion ini adalah magnet bagi semua peserta perayaan Waisak,” kata Agus.
Arak-Arakan dari Mendut ke Borobudur

©YouTube/Liputan SCTV
Pada siang harinya sebelum pelepasan lampion itu, ribuan penganut Buddha melakukan arak-arakan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Selain dihadiri para tokoh umat Buddha, arak-arakan itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sebelum arak-arakan itu, api dharma dan air berkah disemayamkan di Candi Mendut.
“Mudah-mudahan ini bagian dari semangat untuk bisa kembali setelah dua tahun terpuruk tidak kemana-mana karena pandemi COVID-19. Kami berharap pada perayaan Waisak ini semua bahagia,” kata Ganjar.
Sangat Bersyukur

©YouTube/Liputan SCTV
Koordinator Perayaan Waisak 2566 BE, Tanto Soegito Harsono, bersyukur perayaan Waisak bisa kembali digelar di Borobudur tahun ini.
“Ini pertama kali setelah dua kali kami absen melakukan Waisak di Borobudur. Kami bersyukur pandemi cepat berlalu sehingga umat Buddha bisa dengan suka cita merayakan Waisak walaupun masih dalam skala yang terbatas,” jelas Tanto.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya