3 Terowongan Kereta Api Eksotik Di Jawa Tengah, Tetap Menawan Sejak Dulu
Merdeka.com - Sewaktu TK, bu guru mengajarkan pada anak-anaknya lagu ciptaan Ibu Sud berjudul "Naik Kereta Api". Liriknya seperti ini, Naik kereta api, tut, tut, tut, siapa hendak turut. ke Bandung, Surabaya, bolehlah naik dengan percuma.
Lagu itu mengajak anak-anak untuk naik kereta api. Namun siapa sangka, ketika naik kereta api di Indonesia penumpang akan disuguhkan pengalaman seru, terutama saat kereta melewati terowongan.
Hal itu akan semakin terasa saat kereta api melintasi terowongan saat langit terang. Saat melewati terowongan, keadaan di sekeliling kereta menjadi gelap gulita. Seakan malam datang secara mendadak.
Jalur kereta api di Indonesia melintasi berbagai medan. Mulai dari daerah pesisir, sampai pegunungan. Apabila sudah tidak bisa dibuat berkelok di jalur pegunungan, maka opsi terakhir adalah pembuatan terowongan. Berikut adalah tiga terowongan kereta api eksotik yang ada di Jawa Tengah:
Terowongan Ijo

heritage.kai.id
Terowongan Ijo adalah salah satu terowongan yang berada di Jawa Tengah, persisnya di Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Panjang terowongan ini adalah 580 meter dan menjadi terowongan aktif terpanjang ketiga di Indonesia setelah Terowongan Sasaksaat dan Terowongan Mrawan.
Terowongan yang dibangun pada tahun 1885 sampai tahun 1886 ini menjadi bagian dalam proyek pembangunan jalur kereta api Yogyakarta-Cilacap sepanjang 184,4 kilometer. Terowongan ini dibuka pada 15 Juli 1887 bersamaan dengan dibukanya jalur Yogyakarta-Cilacap.
Kini, terowongan ini berada pada masa-masa akhir karena akan digantikan dengan Terowongan Ijo yang baru. Terowongan baru itu berada persis di utara terowongan Ijo ini. Terowongan Ijo yang lama relnya masih single track, sedangkan yang baru nanti dapat menampung rel double track. Nantinya, Terowongan Ijo yang lama tetap dipertahankan sebagai cagar budaya.
Terowongan Notog

heritage.kai.id
Terowongan Notog terletak di Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Terowongan ini dibangun pada tahun 1915 oleh perusahaan kereta api asal Hindia Belanda, Staats Spoorwegen. Walaupun hanya memiliki panjang 260 meter, namun ujung terowongan ini tidak kelihatan karena jalur yang melintas di dalamnya melengkung.
Kini, Terowongan Notog sudah tidak aktif. Keberadaannya telah digantikan dengan terowongan baru yang memiliki panjang 473 meter. Terowongan Notog yang baru ini menjadi terowongan double track atau jalur ganda pertama di Indonesia.
Terowongan Kebasen

kemendikbud.go.id
Terowongan Kebasen terletak di Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah. Letaknya yang berada di pinggir aliran Sungai Serayu semakin menambah eksotisnya pemandangan di Terowngan ini. Terowongan Kebasen menjadi yang terpendek di Indonesia karena hanya memiliki panjang 79 meter.
Sama halnya seperti Terowongan Notog dan Terowongan Ijo, terowongan ini dibangun oleh perusahaan kereta api Belanda Staats Spoorwegen. Terowongan ini mulai beroperasi pada 1 Juli 1916 bersamaan dengan diresmikannya jalur kereta api Kroya-Patuguran.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya