Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Mei Hari Peringatan Konstitusi di Jepang, Ini Sejarah dan Tujuannya

3 Mei Hari Peringatan Konstitusi di Jepang, Ini Sejarah dan Tujuannya Ilustrasi Jepang. © Japan-magazine.jnto.go.jp

Merdeka.com - Pengeboman atom Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, secara dramatis mengubah sejarah Jepang dan dunia. Akibat dari pengeboman atom ini, ribuan orang tewas seketika dan puluhan ribu lainnya meninggal dalam beberapa bulan atau tahun berikutnya akibat luka bakar, radiasi, dan penyakit terkait.

Setelah peristiwa ini, Jepang mengalami kerusakan infrastruktur yang parah dan menghadapi masalah krisis kemanusiaan yang besar. Bahkan, ini menjadi salah satu latar belakang Jepang akhirnya mengganti konstitusi Meiji yang cenderung menggunakan pendekatan kekerasan, menjadi konstitusi baru yang lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Pergantian konstitusi Jepang ini dilakukan pada 3 Mei 1945. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Peringatan Konstitusi Jepang yang diperingati setiap tahun. Tepat pada hari ini, tentu menjadi hal menarik untuk mengupas lebih dalam bagaimana sejarah peristiwa 3 Mei yang dirayakan sebagai Hari Peringatan Konstitusi Jepang.

Selain itu, penting juga untuk diketahui tujuan dari Hari Peringatan Konstitusi di Jepang. Dengan pengetahuan ini, setiap masyarakat dapat belajar dari sejarah bangsa lain untuk menghargai kemerdekaan yang telah didapatkan masa kini. Dilansir dari National Today, berikut kami merangkum sejarah peristiwa 3 Mei Hari Peringatan Konstitusi Jepang dan tujuannya, bisa disimak.

Sejarah 3 Mei 1945: Hari Peringatan Konstitusi Jepang

Peristiwa 3 Mei 1945 yang ditetapkan sebagai Hari Peringatan Konstitusi Jepang, berawal dari momen saat Jepang mengganti konstitusi negaranya. Konstitusi baru dirancang dan disahkan setelah kaisar Jepang, Kaisar Showa, menyerah kepada Pasukan Sekutu, yaitu AS, pada tahun 1945. Butuh waktu dua tahun untuk menyusun, menyelesaikan, dan mengesahkan konstitusi baru untuk menggantikan konstitusi lama yang dikenal dengan Konstitusi Meiji.

Konstitusi Meiji sangat menekankan penaklukan negara lain melalui kekerasan dan perang, tidak terlalu memperhatikan warga sipil dan kesejahteraan rakyat. Di sisi lain, konstitusi yang lebih baru berfokus pada penegakan kedaulatan rakyatnya, melindungi mereka, dan menyelesaikan setiap konflik internasional tanpa menggunakan senjata.

Orang-orang Jepang juga menyukai demokrasi karena memungkinkan mereka untuk tidak hanya memilih pemimpin mereka sendiri tetapi juga memilih prinsip-prinsip yang bermanfaat bagi rakyat dan generasi masa depan yang lebih baik.

Awalnya, Hari Peringatan Konstitusi hendak ditetapkan dan diperingati pada 3 November, yaitu hari di mana konstitusi baru diselesaikan. Banyak orang kurang setuju karena 3 November juga bertepatan dengan peristiwa dimulainya pengadilan kejahatan perang terhadap perwira kekaisaran.

Dengan demikian, 3 Mei akhirnya dipilih karena merupakan hari di mana konstitusi baru menggantikan yang lama. Karena 3 Mei adalah hari libur umum, banyak orang Jepang merayakannya dengan mengunjungi gedung konstitusi untuk berfoto dan merasakan sejarah.

Tujuan Hari Peringatan Konstitusi Jepang

Setelah mengetahui sejarah peristiwa 3 Mei atau Hari Peringatan Konstitusi Jepang, berikutnya akan dijelaskan tujuan apa saja yang melatarbelakangi peringatan ini. Tujuan pertama dari ditetapkannya Hari Peringatan Konstitusi Jepang, tidak lain untuk merayakan perdamaian.

Perdamaian adalah prinsip kehidupan yang mutlak diperlukan. Jika dihancurkan dan/atau diambil, hal-hal menjadi kacau balau, mengakibatkan hal-hal negatif mengambil ruang dalam hidup. Dalam hal ini, Jepang menyadari bahwa konstitusi lama yang dilakukan dengan cara kerusakan telah membawa banyak kerugian bagi kemanusiaan.

Penetapan Hari Peringatan Konstitusi ini juga sebagai pesta demokrasi bagi masyarakat Jepang. Di mana Jepang telah memulai kehidupan baru dengan harapan yang lebih baik. Tidak ada lagi pendekatan kekerasan untuk menyelesaikan berbagai macam konflik, melainkan demokrasi untuk kehidupan masyarakat Jepang yang lebih sejahtera.

Terakhir, Hari Peringatan Konstitusi juga dibentuk dengan tujuan agar masyarakat Jepang dapat mengingat dan mengenang masa-masa buruk dalam sejarah. Dari sejarah, maka masyarakat Jepang dapat belajar dan terus memupuk harapan untuk kehidupan yang lebih berkembang maju, adil, dan berperikemanusiaan.

(mdk/ayi)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP