25 Kata-Kata Mutiara Romo Mangunwijaya, Penuh Makna Mendalam

Rabu, 25 Mei 2022 12:15 Reporter : Jevi Nugraha
25 Kata-Kata Mutiara Romo Mangunwijaya, Penuh Makna Mendalam Romo Mangunwijaya. wikipedia.org

Merdeka.com - Kata-kata mutiara Romo Mangunwijaya dapat dijadikan inspirasi dan motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau YB Mangunwijaya yang dikenal Romo Mangun adalah salah seorang arsitektur, rohaniawan, dan budayawan yang terkenal di Indonesia.

Sebagai seorang arsitek, pria kelahiran 6 Maret 1929 ini, telah membangun banyak gedung-gedung penting, seperti Bentara Budaya Jakarta, komplek peziarahan Sendangsono dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, Romo Mangun juga telah melahirkan karya-karya sastra yang fenomenal di Indonesia.

Sepanjang hidupnya, Romo Mangun telah banyak melahirkan karya sastra, seperti Burung-Burung Manyar dan Burung-Burung Rantau. Kedua novel ini dikenal sebagai salah satu karya terbaik yang pernah ada di Indonesia. Berikut kata-kata mutiara Romo Mangunwijaya:

2 dari 3 halaman

Kata-Kata Mutiara Romo Mangunwijaya yang Penuh Makna

ilustrasi meditasi

©2012 Merdeka.com

Melansir dari laman Jago Kata, berikut kata-kata mutiara Romo Mangunwijaya:

1. Mengapa hidup tidak bisa sederhana? Mengapa selalu segala yang indah berdampingan dengan yang kotor dan berbau?

2. Tidak ada nasion yang berperang demi berperang, perang adalah sebentuk perpanjangan diplomasi dengan cara-cara lain.

3. Aku tidak tahu, tidak pernah manusia matang untuk menangangani hidupnya sendiri pun.

4. Yang satu buah apa, yang lain memerlukan apa lain lagi. Adil kan tidak berarti sama rata sama rasa.

5. Seiring tarikan tiba-tiba sedikit saja, sudah dapat membelokkan layang-layang pada saatnya, bila kebetulan kena.

6. Yang mereka perihatinkan bukan soal keberhasilan meraih angka di sekolah. Namun, ya, apalagi selain ini: calon jodoh. Anak lelaki pandai itu ideal, tetapi gadis yang pandai?

7. Ya, sebetulnya bukan menteri atau jenderal yang seharusnya mengatur sejarah, tetapi kopral-kopral. Hidup kita akan lebih sederhana jalannya.

8. Dan di mana ada ibu yang tidak menginginkan kedudukan untuk anaknya yang lebih bagus dari orang tuanya?

9. Setiap angkatan punya medan juang dan pahlawan mereka sendiri, jangan didramatisir.

10. Tanah air adalah di mana tidak ada kekejaman antara orang dengan orang. Kalau adat atau kebiasaan suatu nasion kejam, kukira lebih baik jangan punya tanah air saja.

3 dari 3 halaman

Kata-Kata Mutiara Romo Mangunwijaya yang Inspiratif

romo mangunwijaya
wikipedia.org

11. Tetapi wanita memang rahasia besar. Laki-laki hanya bungkusan rahasia itu, bahkan biasanya bungkusan yang kaku dan lekas robek.

12. Menuntut ilmu dan mengabdi kepada rakyat bukanlah dua perkara yang sepantasnya dipisah-pisahkan.

13. Adalah salah kaprah orang mengira politik itu selalu kotor, politik tertentulah yang kotor.

14. Memanglah kita dapat sedih dan marah membongkar segala yang kita anggap gagal, namun semogalah kita memiliki keberanian juga untuk memulai lagi penuh harapan.

15. Menerima kasih dan memberi kasih itu perkara yang satu-tunggal; tanpa ada yang menerima, orang juga tidak bisa memberi; maka menerima kasih sekaligus juga memberi kasih karena memungkinkan orang lain memberi kasih.

16. Tokoh sejarah dan pahlawan sejati harus kita temukan kembali di antara kaum rakyat biasa yang sehari-hari, yang barangkali kecil dalam harta maupun kuasa, namun besar dalam kesetiaannya demi kehidupan.

17. Anak kolong dan ksatria hanya hidup dari kebanggaan; bukan dari uang, tetapi karena telah berbuat berani, mempertaruhkan nyawa demi sumpah, demi sasaran yang sulit dicapai, demi tujuan yang melegakan banyak orang.

18. Definisi negara federal yang paling tepat adalah Bhinneka Tunggal Ika. Justru demi ke-Tunggal-an RI itulah ke-Bhinneka-an federal dalam abad ke-21 harus dibentuk.

19. Namun itu berarti bahwa telah tumbuhlah benih-benih pengakuan, bahwa yang benar-benar penting dalam sejarah justru adalah hidup sehari-hari, yang normal yang biasa, dan bukan pertama-tama kehidupan serba luar biasa dari kaum ekstravagan serba mewah tapi kosong konsumtif. Dengan kata lain, kita mulai belajar.

20. Mengatakan bahwa sebuah teks bermakna 'tunggal' - oleh guru sekolah - merupakan suatu perkosaan terhadap prinsip pluralitas makna yang dimungkinkan di dalam semiotika. Mengatakan bahwa makna sebuah teks atau gambar harus mengikuti pemaknaan golongan tertentu merupakan satu bentuk represi tekstual.

21. Lama aku memandang ke semburan-semburan lidah api yang meleleh ke bawah itu. Elok, ya, indah. Banyak yang kejam keji tampak indah dari kejauhan.


22. Orang yang lari dari dunia yang satu harus menemukan dunia yang baru untuk bisa bertahan diri.

23. Tanah air ada di sana, di mana ada cinta dan kedekatan hati, dimana tidak ada manusia menginjak manusia lain.

24. Perang tidak bisa dimenangkan dengan emosi. Tetapi perhitungan yang dingin.

25. Manusia tertawa jika dia terjepit dalam situasi antara logika dan kenyataan yang berbenturan tanpa dia dapat menguasainya. [jen]

Baca juga:

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini