Warga Sebut Puing Reklamasi Kali Ciliwung Bekas Proyek Pemprov DKI

Kamis, 22 Agustus 2019 16:39 Reporter : Merdeka
Warga Sebut Puing Reklamasi Kali Ciliwung Bekas Proyek Pemprov DKI Warga Bikin Tanggul Bantaran Kali Ciliwung. ©2019 Merdeka.com/Chicilia Inge/Magang

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) Jakarta bakal membongkar urukan material atau perluasan daratan di Kali Ciliwung, di Tanah Rendah RW 8 Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pembongkaran dilakukan lantaran kegiatan urugan dilakukan warga itu menyalahi aturan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Juaini Yusuf mengatakan, hasil penelusuran dilakukannya pihaknya bantaran Kali Ciliwung yang dilakukan warga itu sekitar satu kilometer. Dia pun memperkirakan pembongkaran urugan itu selama satu bulan.

"Lagi dibersihin di timur sama Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur kerja sama dengan Satgas Bina Marga sama PPSU, wilayah," kata Juaini di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (16/8).

©2019 Merdeka.com/Chicilia Inge/Magang

Warga sendiri membantah mengurug area tersebut untuk memperlebar tempat tinggal. Warga berdalih pemerataan bantaran itu agar tanah di sekitar Sungai Ciliwung tak longsor ketika banjir.

"Itu tujuannya cuma untuk menahan tanah di sekeliling pinggir kali biar enggak longsor disaat banjir ketika datang," kata Yanti, warga Bantaran Sungai Ciliwung saat ditemui merdeka.com, Kamis (22/8).

Yanti mengatakan, puing itu didapat warga secara cuma-cuma. Seingat Yanti, saat itu ada pekerja proyek dari Pemprov DKI sedang membongkar saluran air di sekitar kawasan tersebut.

"Nah dari situ puing-puing yang terkumpul tadinya kan harus diangkut ke lokasi atas. Atas itu daerah Kebon Pala gitu. Akhirnya jarak dari tanah rendah ke Kebon Pala kan lumayan cukup jauh. Sekitar 200-300 meter. Akhirnya para pekerja itu berinisiatif kalau puing di taruh aja di sekitar bantaran kali," cerita Yanti.

©2019 Merdeka.com/Chicilia Inge/Magang

Menurut Yanti, pembangunan permanen di atas bantaran Sungai Ciliwung akan percuma. Sebab setiap debit Kali Ciliwung naik bangunan itu pasti hancur terbawa arus.

"Maksudnya itu tadi untuk menghindari erosi gitu. Tapi benar-benar kita murni enggak bermaksud memperlebar area permukiman, karena kita tahu sebanyak apapun puing ditutup, dirapikan, dikramik, contohnya apalagi dibuat bangunan baru, itu setiap banjir kecil atau besar ilang, itu pasti ancur," tukasnya.

Yanti mengaku selama ini izin tinggal hanya sebatas ke Rukun Tetangga (RT) saja. Namun hendak ditanyakan mengenai proses izin tinggal itu, ketua RT setempat sedang tak ada di rumah. Sang istri mengatakan suaminya hanya ada di akhir pekan. Namun untuk keperluan wawancara harus membuat janji terlebih dahulu.

Warga Siap Direlokasi

Warga lainnya Nur Ali, menyetujui rencana Pemprov DKI membongkar reklamasi di kawasan Kali Ciliwung. Warga bantaran Kali Ciliwung ini sudah siap jika Pemprov membongkar permukiman mereka.

"Warga si tidak masalah, tidak rugi apa-apa, ya ini juga bukan tanah kita, kita cuma numpang, ini kan punya pemerintah," ujar dia.

Jika terjadi pergusuran permukiman, warga bantaran Kali Ciliwung ini akan dipindahkan ke rusun-rusun di Jakarta. Sebelumnya mereka pun sudah didatakan akan ke rusuh mana oleh Pemprov DKI Jakarta.

Namun, kata dia, saat ini belum terlihat tindakan Pemprov untuk membongkar puing-puing tersebut. "Intinya warga bantaran Ciliwung, dengan segala kerendahan hati siap menunggu gusuran," tandasnya.

Reporter Magang: Chicilia Inge [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Kali Ciliwung
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini