Advertisement
Video tersebut beredar di media sosial
Jagat maya diramaikan dengan video bentrokan antar warga di sebuah lapak bekas kebakaran di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (4/9) kemarin.
Dalam unggahan video @jakut.info terlihat bentrokan terjadi pada siang hari. Warga terlihat berbondong-bondong membawa kayu dan menyerang warga lainnya.
Padahal dalam video itu ada salah seorang anggota kepolisian yang mencoba menghentikannya, namun warga terus saja melanjutkan aksi bentrokan.
Lalu masih dalam akun yang sama, bentrokan berlanjut hingga malam hari. Di video yang kedua memperlihatkan salah seorang warga diduga menjadi korban dan hendak dibawa ke rumah sakit dengan dibonceng sepeda motor.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setiawan menyebutkan tawuran antar warga yang tejadi sejak pagi hingga malam hari dilatar belakangi pihak yang merasa memiliki lahan, dengan pihak yang menempati lahan.
"Ini berawal dari sengketa. Dugaan kami berawal dari sengketa tanah," kata Gidion saat dikonfirmasi, Selasa (5/9).
Advertisement
Sejauh ini, dikatakan Gidion tidak ada korban jiwa dari bentrokan warga itu. Namun sebanyak empat orang mengalami luka-luka.
Gidion menambahkan, untuk mencegah terjadinya tawuran susulan pihaknya telah menerjunkan ratusan personel ke lokasi bentrokan.
"Kita lakukan penebalan di wilayah Kapuk Muara di mana tadi pagi terjadi bentrok yang dipicu sengeketa tanah. Sebanyak 130 personel diterjunkan guna mencegah melebarnya bentrok tersebut," ucap Gidion.
Advertisement