Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tifatul Sembiring: Spanduk mereka pasang sendiri, suruh orang nyopot

Tifatul Sembiring: Spanduk mereka pasang sendiri, suruh orang nyopot Prestasi Tifatul Sembiring. © Techinasia

Merdeka.com - Pertarungan Pilgub DKI 2017 semakin panas di putaran kedua. Spanduk larangan menyalati jenazah pendukung penista agama sempat ramai di sejumlah sudut masjid ibu kota. Bahkan, ditemukan beberapa kasus, jenazah dikabarkan tidak disalati karena mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pemprov DKI telah bertindak untuk mencopot semua spanduk bernada provokatif. Tim Kubu Ahok-Djarot pun demikian, meminta pengawas pemilu untuk bertindak.

Bicara soal spanduk, rupanya hal ini juga menjadi perhatian petinggi PKS Tifatul Sembiring. Melalui akun Twitternya, Tifatul awalnya berkomentar soal ayam peliharaannya yang telah menetas, kemudian menyindir soal spanduk.

"Alhamdulillah, ayam katenya menetas 4 ekor. Ada juga manfaatnya, daripada ngurusin spanduk-spanduk yang mereka pasang sendiri, suruh orang nyopot," kata Tifatul dalam Twitter-nya, @tifsembiring, Selasa (28/3).

masjid al anwar

Masjid Al-Anwar ©2017 Merdeka.com

Tifatul tak menjelaskan lebih dalam soal spanduk apa yang dimaksud dalam tulisannya tersebut. dalam tweet berikutnya, dia lebih memilih memposting gambar empat ekor anak ayam yang baru menetas.

Kemudian, ada netizen yang berkomentar tentang kepuasan publik terhadap kinerja Ahok-Djarot yang menurut survei capai 70 persen. Pertanyaan itu, dijawab singkat oleh Tifatul.

"Enggak percaya," tulis dia lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta tokoh agama turun tangan soal spanduk bernada provokatif. Dia menyesalkan spanduk larangan menyalati jenazah pendukung penista agama yang beredar belakangan di sejumlah masjid di Jakarta.

"Seharusnya ulama, tokoh agama turun tangan, paling tidak memberikan imbauan. Ini Kepolisian, Pemprov turun tangan," ujar Djarot usai blusukan di Pasar Timbul Tomang, Jakarta Barat, Senin (13/3) lalu.

Pemprov DKI sendiri telah mencopot 147 spanduk bernada provokatif yang tersebar di sejumlah tempat. Satpol PP dan warga juga diminta menurunkan spanduk-spanduk yang dapat memecah belah kerukunan warga itu.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP