Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terungkap penyebab Transjakarta terbakar di depan kantor BNN

Terungkap penyebab Transjakarta terbakar di depan kantor BNN bus transjakarta terbakar. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah dilakukan penyelidikan dan investigasi, pihak Transjakarta akhirnya bisa memastikan penyebab terbakarnya bus TransJakarta dengan nomor bodi 504 di depan BNN, Cawang, Jaktim pada Kamis (1/12) adalah korsleting listrik pada kabel (wiring).

PT Transjakarta tidak main-main melakukan investigasi dengan melibatkan banyak pihak, di antaranya pihak konsultan bantuan dari negara Australia, Produsen pihak Ankai, dan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) diketahui bahwa penyebab kebakaran berasal dari kabel.

Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengatakan, pihaknya secara transparan mengumumkan penyebab terbakarnya bus untuk menjadi catatan supaya ke depannya kejadian seperti ini bisa dihindari.

"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa karena penumpang sudah dievakuasi. Sumber api dari dashboard," kata Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/12).

"Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa bus yang terbakar terindikasi karena sebagian wiring di depan (dashboard) tidak sempurna. Ada satu sambungan kabel yang mengakibatkan ada arus pendek yang mengakibatkan ada arus pendek di sistem pemanas yang tujuannya membersihkan kabut kalau lagi hujan," lanjutnya.

Setelah kejadian tersebut, pihak Transjakarta langsung menarik semua armada dengan tipe sama, Ankai gandeng sebanyak 30 unit dan Ankai 36 unit untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh.

"Total sejak kejadian kami melakukan pengamanan terhadap 66 bus. Dan kami langsung melakukan pengecekan," jelas Budi.

Budi menerangkan bahwa bus Transjakarta ini rutin penggunaannya dari Senin sampai Minggu sehingga pengecekannya rutin dan terjadwal.

"Setelah kami cek, bus kami normal semua. Kondisi engine semua sehat. Bus 504 sebetulnya tidak ada problem, ini adalah bus handal," terangnya.

"Kami juga sudah melakukan cek wiring di semua armada lain. Kalau bus China tidak ketemu masalah yang seperti itu. Kalau Eropa ada Mercy, Scania, kalau Jepang ada Hino dan aman sama sekali. Tidak ada temuan seperti di Ankai gandeng," bebernya.

Untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari, pihak Transjakarta akan membenahi sistem listrik di dalam bus, yakni dengan memasang tombol darurat yang bisa memutus aliran daya dengan sekali tekan.

"Yang kami design nanti akan ada sistem kontrol di kabin, ruang mesin dan deket aki. Nanti ada tombol yang bisa memutuskan semua. Saat kejadian nanti tidak akan membuat kru sulit mencari karena warnanya standa internasional yaitu warna merah atau kuning," jelasnya.

Budi menjelaskan hal ini akan dilakukan secara bertahap dan sudah di sosialisasikan kepada semua operator.

"Kami sudah mengatur jadwal untuk pengecekan, servis rutin yang dilakukan berkala oleh operator dan ATPM dan Kami imbau semua operator agar melakukan perawatan rutin," tandasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP