Serapan anggaran rendah, Sandiaga bentuk satgas khusus
Merdeka.com - Penyerapan anggaran Pemprov DKI Jakarta pada triwulan pertama baru 8,1 persen atau hanya Rp 5,8 triliun dari total APBD 2018 sebesar Rp 71,1 triliun. Walaupun begitu, penyerapan tersebut dinilai normal.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, alasan masih rendahnya serapan anggaran karena terkendala perencanaan.
"Kendalanya perencanaannya memang begitu. Jadi mereka baru April, Mei, Juni baru dikebut. Baru mulai diserap besar-besaran di tiga bulan terakhir," katanya di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).
Dia meminta anak buahnya mengebut untuk mempercepat penyerapan anggaran. Menurutnya, permasalahan rendahnya penyerapan pada triwulan pertama tidak hanya terjadi di Jakarta.
"Ini sudah berulang kali tahun ke tahun dan Pak Joko Widodo sudah sampaikan ini secara nasional. Tapi di DKI kita sudah lakukan satgas dan kita ingin lakukan perubahan," jelasnya.
Politisi Gerindra ini mengungkapkan, pihaknya telah membuat tim atau satgas khusus untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran. "Kebetulan saya bikin sendiri sama Pak Sekda kita ingin efek tongkat hockey itu bisa dieliminir tahun ini," tutupnya.
Diketahui, data serapan anggaran dilihat dari situs publik.bapedadki.net. Data di sana menunjukkan serapan anggaran paling tinggi ada di pos belanja tak langsung yakni sekitar Rp 3,627 triliun, sedangkan serapan langsung justru hanya sebesar Rp 2,391 triliun.
Sebelumnya, pada awal tahun 2018, Sandiaga menargetkan penyerapan Rp 6 triliun sampai Rp 7 triliun setiap bulannya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya