Advertisement
Pembangunan kawasan elit tersebut, menyebabkan batasan antara si kaya dan miskin. Ada tembok tinggi menjulang antara warga perumahan dan desa.
Advertisement
Karena ada tembok, warga terpaksa harus memutar jauh untuk bisa mencapai seberang tembok. Butuh waktu 33 menit.
Untuk sehari-hari, warga memanfaatkan jalan pipa. Jalan tersebut tidak terhubung dengan jalan utama PIK 2. Seperti menciptakan dua dunia yang berbeda.
Kemudian di belakang Apartemen Riverside, terdapat area parkir. Namun jalan warga juga tidak terhubung. Karena terdapat jembatan yang melintas di atas jalan warga. Sehingga warga tidak dapat mengakses jalur tersebut.
Advertisement
Sisi gelap PIK 2
— TXT DARI TANGERANG (@txtdaritng) July 30, 2023
Credits : satelitgoogleearth on TikTok pic.twitter.com/UBx6wShn9L
Advertisement
Di Dermaga Desa Muara berdiri Pos Pertamina Sumber Pipa. Sehingga setiap hari ada puluhan hingga ratusan truk melintas kawasan tersebut.
Advertisement
Bahkan di sepanjang jalan, terdapat pagar untuk menutupi desa-desa di sana.
10 menit ke arah barat, tepatnya dipelebaran PIK 2, ada Desa Tanjung Burung. Di sana warga desa juga harus terkurung dengan tembok tinggi. Sehingga menciptakan segregasi sosial.
Nantinya, kawasan Desa Tanjung Burung juga akan dikelilingi tembok tinggi. Alhasil, warga desa tak bisa menikmati fasilitas yang berada di kawasan PIK 2.
Advertisement