Anggota Komisi B DPRD M. Taufik Zoelkifli (MTZ) menilai, Pemprov DKI Jakarta tak serius mengembangkan jalur sepeda seperti di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Hal itu diucapkan MTZ usai menemukan banyak stick cone jalur sepeda yang rusak.
"Saya kira memang saat ini Pemda DKI Jakarta atau Dishub tidak serius lagi mengembangkan jalur sepeda di Jakarta. Tidak seperti pada pemerintahan periode Gubernur yang sebelumnya. Kalau memang tidak mau dikembangkan harusnya pemeliharaan tetap dilakukan," kata MTZ ketika dihubungi, Senin (26/6).
Dengan banyaknya stick cone yang rusak, MTZ berharap hal tersebut dapat segera diperbaiki. Bila stick cone dianggap kurang efektif, maka jalur sepeda bisa diganti dengan mata kucing.
"Saya juga cek ke lapangan, banyak stick cone yang rusak belum diperbaiki. Kalau setelah evaluasi dianggap tidak efektif, ya mestinya diganti lah dengan bentuk lain seperti bentuk lampu yang tertanam di aspal jalan. Tapi saya lihat belum ada tuh ya," ujar MTZ.
Advertisement
"Seharusnya sih anggarannya sudah dicairkan. Makanya nanti saya akan tanya deh ke Dishub. Kalau di berita terakhir kan katanya sudah akan dilaksanakan. Apalagi ini menjelang KTT ASEAN, September. harusnya mah sudah rapi, tuh. Malu-maluin deh kalau belum," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, merdeka.com menemukan stick cone tak terawat di sepanjang jalan Kramat Raya sampai Salembang. Terlihat sejumlah stick berwarna oranye mulai terlepas dari aspal. Kondisi baut di bawahnya pun telah copot.
Bahkan, beberapa cone telah hilang. Hal ini nampak dari bekas lubang kecil baut-baut di aspal. Ada pula yang kondisinya miring seperti bekas ditabrak. Kondisi itu bisa sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya para sepeda motor akibat stick menghalangi.
Seorang pedagang kopi sepeda keliling (starling) mengatakan stick cone di Jalan Kramat Raya itu sudah sejak lama mulai tidak terurus.
"Sudah lama itu begitu (kondisinya) pada hilang, copot," ujar dia.
Kondisi itu disebabkan jalur sepeda yang sepi dan tidak berfungsi maksimal. Sehingga kerap kali dipakai pengendara motor untuk berhenti. Bahkan tidak sedikit kendaraan menyerempet stick tersebut.
Adapun Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk jalur sepeda tahun ini. Rinciannya, sebesar Rp2 miliar untuk evaluasi jalur sepeda yang sudah ada, Rp5 miliar untuk pemeliharaan dan tindak lanjut evaluasi, serta Rp500 juta untuk sosialisasi hasil evaluasi.
"Jadi artinya jika ada efektivitas jalur yang kemudian harus ditambah ke jalur pemukiman, misalnya, kita akan tambah tahun ini," kata Syafrin saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (16/6).
Tak hanya itu, dia juga memastikan tahun depan akan ada pemeliharaan jalur sepeda yang sudah dibangun sepanjang 301 km ini.
"Tahun depan pun tentu kita akan lakukan dua hal untuk jalur sepeda. Yang pertama ada biaya pemeliharaan, yang tahun 2019 sudah dibangun, tentunya ini perlu dirawat," ujar Syafrin.
"Kemudian juga ada usulan penambahan jalur sepeda. Kami hitung untuk penambahan baru jumlah km yang akan dirawat baru sekitar 20 km. Kemudian untuk penambahannya sedang kami hitung berapa km yang bisa ditambahkan untuk jalur sepeda," sambungnya.