Stick Cone Pembatas Jalur Sepeda Nasibmu Kini: Rusak, Hilang & Terabaikan

Kini jalur tersebut tidak terawat dan terbengkalai. Stick cone tak terawat itu terlihat di sepanjang jalan Kramat Raya sampai Salembang.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Stick Cone Pembatas Jalur Sepeda Nasibmu Kini: Rusak, Hilang & Terabaikan
Kondisi Stick Cone Pembatasa Jalur Sepeda Jakarta. ©2023 Merdeka.com

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan begitu memberikan perhatian pada pesepeda di masa kepemimpinannya. Pemprov DKI membuat ratusan kilometer jalur sepeda di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Lengkap dengan jalur dan pagar pembatas atau biasa disebut stick cone.

Namun kini jalur tersebut tidak terawat dan terbengkalai. Stick cone tak terawat itu terlihat di sepanjang jalan Kramat Raya sampai Salembang.

Terlihat sejumlah stick berwarna oranye mulai terlepas dari aspal. Kondisi baut di bawahnya pun telah copot. Beberapa cone telah hilang. Terlihat dari bekas lubang kecil baut-baut di aspal.

Ada pula yang kondisinya miring seperti bekas ditabrak. Kondisi itu bisa sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya para sepeda motor akibat stick menghalangi.

Seorang pedagang kopi sepeda keliling (starling) mengatakan stick cone di Jalan Kramat Raya itu sudah sejak lama mulai tidak terurus.

"Sudah lama itu begitu (kondisinya) pada hilang, copot," ujar dia.

Kondisi itu disebabkan jalur sepeda yang sepi dan tidak berfungsi maksimal. Sehingga kerap kali dipakai pengendara motor untuk berhenti. Bahkan tidak sedikit kendaraan menyerempet stick tersebut.

Diketahui, Pembangunan jalur ini masuk dalam isu prioritas daerah tahun 2021-2022.

"Pada lepas kesenggol motor, angkot. Lepas, kalau sudah copot kadang sama petugas atau security di pinggirin. Kelihatan kan dudah enggak rapi (alur stick kun)," ucapnya.

Sebagai pedagang, dia berharap jalur sepeda kembali dirawat kembali. Meski pesepeda sepi, namun dengan jalur yang terawat tetap bisa memunculkan kembali niat bersepeda masyarakat.

"Semoga dibenerin lagi, biar orang-orang banyak sepedaan lagi. Biar sama kaya kita (starling)," ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno meminta jalur sepeda yang tidak terawat di Jakarta segera dilakukan evaluasi. Menurut dia, fasilitas jalur sepeda sangat sulit ditertibkan apabila parkir di pinggir jalan tidak bisa diatur.

"Tahun ini katanya DKI ada studi mengenai studi evaluasi itu (jalur sepeda) saya gak tahu hasilnya apa. Karena kalai hasil evaluasi jauh lebih baik daripada saya ngomong kan begitu," kata Djoko saat dihubungi merdeka.com, dikutip Senin (26/6).

Dia menilai fasilitas jalur sepeda akan tidak efektif, karena malah sering kali beralih fungsi kedepannya.

"Kalau parkir pinggir jalan tidak diberesin, jangan buang jalur sepeda percuma. Hanya buang-buang cat saja percuma, jadi diberesin dulu, juga pengguna motor," jelasnya.

Masalah tidak tertibnya para pengguna kendaraan juga kerap kali memasuki jalur sepeda. Ditambah tidak ada aturan yang mengikat bagi para pelanggar, seperti di jalur Bus Way.

"Jadi batasan sepeda motor itu kalau dibuat jalur sepeda tidak ada yang mau. Karena takut juga ditabrak motor, motornya masuk jalur sepeda tidak ada penindakan hukum oleh polisi," kata dia.

"Ya sebenarnya untuk kota ideal. Nah Jakarta sebenarnya bukan kota ideal, itu kan menerima usulan orang yang tidak pernah melihat real perilaku masyarakatnya. Orang yang sudah fix patok aja masih dilanggar, jadi terkesan buang-buang duit," katanya.

Sebagai informasi, total anggaran yang dialokasikan untuk jalur sepeda tahun ini adalah Rp7,5 miliar. Rinciannya, sebesar Rp2 miliar untuk evaluasi jalur sepeda yang sudah ada, Rp5 miliar untuk pemeliharaan dan tindak lanjut evaluasi, serta Rp500 juta untuk sosialisasi hasil evaluasi.

"Tentu akan ada penambahan. Untuk Rp5 miliar kami peruntukkan untuk tindak lanjut evaluasi tahun ini. Jadi artinya jika ada efektivitas jalur yang kemudian harus ditambah ke jalur pemukiman, misalnya, kita akan tambah tahun ini," kata Syafrin saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (16/6).

Tak hanya itu, dia juga memastikan tahun depan akan ada pemeliharaan jalur sepeda yang sudah dibangun sepanjang 301 km ini.

"Tahun depan pun tentu kita akan lakukan dua hal untuk jalur sepeda. Yang pertama ada biaya pemeliharaan, yang tahun 2019 sudah dibangun, tentunya ini perlu dirawat," ujar Syafrin.

"Kemudian juga ada usulan penambahan jalur sepeda. Kami hitung untuk penambahan baru jumlah km yang akan dirawat baru sekitar 20 km. Kemudian untuk penambahannya sedang kami hitung berapa km yang bisa ditambahkan untuk jalur sepeda," sambungnya.

Rekomendasi