Momen Menegangkan, Pemotor Nyaris Tertabrak KRL

Pemotor nampak kaget karena kereta yang akan segera melintas. Lantas pengemudi motor bersama rekannya langsung jatuh terperosok.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Momen Menegangkan, Pemotor Nyaris Tertabrak KRL
Pemotor Nyaris Tertabrak KRL. ©2023 Merdeka.com

Beredar rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik menegangkan pemotor hampir menjadi korban tabrakan dengan KRL. Bahkan motor yang dikendarai sempat terserempet kereta.

Dikatakan dalam video itu, moment menegangkan tersebut terjadi di perlintasan kereta api Jalan Alas Tua, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin (19/6) siang.

Bermula dari pemotor yang sedang berboncengan hendak menyeberang perlintasan kereta itu.

Saat akan melintas, pemotor nampak kaget karena kereta yang akan segera melintas. Lantas pengemudi motor bersama rekannya langsung jatuh terperosok.

Beruntung, pengemudi motor berhasil menyelamatkan diri bersama rekannya. Sedangkan motor yang dikendarainya terseret oleh kereta yang melaju dengan kencang.

Dari video yang diunggah akun Instagram @jakartabarat24jam, terlihat tidak ada palang kereta api. Bahkan petugas perlintasan pun juga tidak ada sama sekali.

Menanggapi hal itu, Plh Manajer Humas KAI Daop 1 Feni Saragih berujar, pihaknya telah meninjau lokasi kejadian tersebut. Disebutkannya, kalau perlintasan itu adalah perlintasan liar.

Ia juga mengaku telah mensosialisasikan kepada warga sekitar terkait penggunaan perlintasan resmi.

"Dari KAI sudah mengecek lokasi dan Perlintasan itu adalah perlintasan liar. Tim KAI juga langsung mensosialisasikan ke masyarakat sekitar agar menggunakan perlintasan resmi dan tertib mematuhi rambu-rambu saat berkendara di perlintasan," ungkap Feni dalam keterangannya, Selasa (21/6).

Dikatakan olehnya, perlintasan sebidang tidak berizin atau liar tersebut akan segara dilakukan penutupan agar hal serupa tidak terjadi lagi. Penutupan itu merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

"Perlintasan sebidang seharusnya dibuat tidak sebidang yaitu menjadi flyover dan underpass untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan. Langkah lain selanjutnya yakni dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar. Yang terakhir peningkatan keselamatan dengan pemasangan peralatan keselamatan perlintasan sebidang dan disertai dengan pemasangan perlengkapan jalan," jelas dia.

Lebih lanjut, Feni juga telah berkomunikasi dengan warga setempat akan solusi mengenai perlintasan liar tersebut.

"Itu (penutupan) keputusan bersama antar pihak terkait dan perlu sosialisasi ke masyarakat juga, tentu akan ada pemberitahuan," tutupnya.

Rekomendasi