Waspada, Kawanan Rampok Intai Minimarket yang Buka 24 Jam di Jakarta

Komplotan SS, perampok dengan senjata api (senpi) kerap mengincar minimarket. Dia selalu mencari teman untuk membantu melancarkan aksi jahatnya dalam merampok.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Waspada, Kawanan Rampok Intai Minimarket yang Buka 24 Jam di Jakarta
Ilustrasi Garis Polisi. ©2023 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Komplotan SS, perampok dengan senjata api (senpi) kerap mengincar minimarket. Dia selalu mencari teman untuk membantu melancarkan aksi jahatnya dalam merampok.

SS berperan sebagai kapten, atau ketua perampokan. Dia yang bertugas mencari kolega untuk merampok.

Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP, Titus Yudo Uly menjelaskan, orang yang direkrut SS yakni Junaidi. Ditawari merampok minimarket dengan dibekali senpi dan senjata tajam.

"SS diakui sebagai Kapten yang mencari rekan untuk merampok menggunakan senjata api rakitan, dan senjata tajam golok salah satu rekannya atas nama Junaidi," kata Titus dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/5).

Diungkap Titus, bahwa SS dan Junaidi merupakan residivis atas kasus perampokan yang sempat mereka jalani. Dimana, spesialis target mereka kerap menyasar minimarket di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Seperti kasus terbaru, mereka berdua viral karena mencoba merampok Alfamart di kawasan Jagakarsa. Namun, mendapat perlawanan dari karyawan, hingga sang karyawan mengalami luka bacok.

"Selalu mengincar toko Alfamart dikarenakan banyak toko Alfamart buka 24 jam. Mencari jam sepi untuk memulai perampokan. Tak segan melakukan pembacokan jika melawan," kata dia.

Atas hal itu, polisi pun mengusut kasus perampokan ini sebagaimana LP/B/386/V/2023/SPKT/Polsek Ps Minggu/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya. Dengan setelahnya berhasil meringkus SS dan Junaidi.

”2 Orang, 1 dilakukan tindakan tegas terukur karena pada saat pengembangan melawan petugas dengan senjatanya. Karena ingin melarikan diri," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menerangkan, aksi kawanan perampok bersenjata api ini kerap meresahkan selama bulan Ramadan.

Modus kelompok ini menodongkan senjata api dan membawa senjata tajam saat beraksi di beberapa daerah.

"Salah satu korban yang paling fatal lukanya itu terjadi di Jagakarsa, yaitu karyawan minimarket yang luka-luka cukup parah. Jadi sasarannya ada Alfamart yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya," kata Hengki kepada wartawan, Jumat (25/5).

Hasil penyelidikan polisi ada sembilan minimarket yang menjadi sasaran komplotan tersebut. Satu pelaku yang merupakan kapten melawan saat hendak ditangkap sehingga ditembak polisi.

"Ini yang menodongkan senjata api. Dan sekarang meninggal dunia. Kemudian yang dua lagi dibawa ke Polda Metro Jaya dan InsyaAllah nanti pada pukul ditentukan waktunya nanti akan dirilis lebih lanjut oleh tim Resmob Polda Metro Jaya" ujar dia.

Rekomendasi